Kompas.com - 16/08/2016, 16:00 WIB
Rokok kretek KOMPAS.COM/AMIR SODIKINRokok kretek
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah Indonesia dinilai tidak berdaya di hadapan industri produk tembakau. Sejumlah fakta mengindikasikan campur tangan industri rokok amat besar dalam pengambilan kebijakan.

Ketua Bidang Khusus Pengendalian Tembakau Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Widyastuti Soerojo, Senin (15/8), di Jakarta, mengatakan, industri rokok di negara mana pun bertujuan memaksimalkan laba dengan segala cara. Hal yang membedakan ialah sikap pemerintah menanggapinya.

Dokumen indeks campur tangan industri produk tembakau di tujuh negara ASEAN 2014-2015 yang dirilis South East Asia Tobacco Control Alliance menunjukkan, indeks campur tangan industri produk tembakau di Indonesia 78 pada 2014 dan naik jadi 82 pada 2015.

Di enam negara lain, indeksnya turun. Malaysia turun dari 72 jadi 69, dan Filipina dari 71 jadi 65.

Tahun 2016, indeks campur tangan industri rokok di Indonesia naik jadi 85. "Perlindungan bisnis rokok oleh pemerintah lebih besar dibandingkan proteksi kesehatan warga dan dampak buruk rokok lainnya," ujarnya.

Di Indonesia, indeks campur tangan itu diukur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), IAKMI, dan Forum Warga Kota Jakarta. Indikatornya, tingkat partisipasi dalam penyusunan kebijakan, tanggung jawab sosial korporasi, manfaat bagi industri rokok, dan transparansi. Data penghitungan indeks dari laman resmi lembaga pemerintah, produsen, dan kelompok pro rokok.

Campur tangan industri rokok pada pemerintah ditandai, di antaranya, belum sebulan dilantik, Menteri Perindustrian saat itu, Saleh Husin, mengunjungi salah satu pabrik rokok membuat peta jalan industri hasil tembakau 2015-2019. Hasilnya, Peraturan Menperin Nomor 63 Tahun 2015 menargetkan produksi rokok 524 miliar batang pada 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Koordinator Bantuan Hukum Yayasan LBH Indonesia Julius Ibrani menambahkan, RUU Pertembakauan tak perlu karena diatur 14 UU lain. Penyusunan RUU hanya mengakomodasi industri rokok. (ADH)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 16 Agustus 2016, di halaman 17 dengan judul "Industri Mengintervensi Kebijakan".


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Pilek
Pilek
PENYAKIT
Lidah Berdarah
Lidah Berdarah
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Health
Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

Health
Bau Badan

Bau Badan

Penyakit
Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Health
Kaki Kaku

Kaki Kaku

Penyakit
6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

Health
Rhinofaringitis

Rhinofaringitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.