Melawan Sel Kanker dengan Sistem Imun Tubuh Sendiri

Kompas.com - 05/09/2016, 15:55 WIB
Peluncuran buku Catatan Hati 9 Pejuang Kanker. Kompas.com/Lusia Kus AnnaPeluncuran buku Catatan Hati 9 Pejuang Kanker.
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Pengobatan standar penyakit kanker yaitu kemoterapi, radiasi, atau operasi, saja dianggap belum cukup untuk membersihkan tubuh dari sisa-sia sel kanker. Karena itu kini dikembangkan metode penguatan sel imun untuk melawan kanker.

Menurut Chief President FUDA Cancer Hospital, Prof.Xu Kecheng, sel kanker sebenarnya bukan benda asing, tetapi milik tubuh kita sendiri. "Hanya saja ia tumbuh tidak normal dan berubah menjadi 'jahat'," katanya dalam acara seminar dan peluncuran buku Hidup Berdamai dengan Kanker di Jakarta (4/9/16).

Ia menambahkan, mengharapkan sel-sel kanker hilang dengan memberantas total dari tubuh sepenuhnya sebenarnya tidak mungkin. "Saat tubuh terkena kanker, maka yang terjadi adalah perang antara sel-sel kanker dan tidak mungkin akan habis total," ujarnya.

Pengobatan kanker dengan operasi saja, kemudian mengharapkan bebas dari kanker adalah pemikiran yang salah. Pasien harus diajarkan menerima dan hidup damai dengan kanker.

"Yang bisa dikerjakan adalah bagaimana bersahabat dengan musuh itu. Syaratnya,
memperbesar dan memperkuat pasukan sel-sl imun tubuh untuk melawan sel-sel kanker yang jahat. Terapi dengan mengandalkan sistem imun tubuh ini dikenal dengan imunoterapi," katanya.

Menurutnya, bila tentara di dalam tubuh (sel darah putih) diperbanyak, otomatis sel kanker tertekan.

Ia menyampaikan 5 hal yang bisa membuat kondisi imun tubuh tetap tinggi, yaitu selalu gembira dan menghindari stres, menjaga pola makan sehat, usahakan melakukan olahraga ringan setiap hari, tetap bekerja, dan melakukan imunoterapi.

Imunoterapi, yaitu terapi dengan menyuntikkan sel darah terbaik pasien yang sudah dibiakkan untuk meningkatkan kembali imunitas tubuh.

Keyakinan itu, menurut Kecheng, membantunya bisa bertahan melalui kanker hati yang dideritanya sekitar 10 tahun lalu. Kini, di usianya yang menginjak 76 tahun Kecheng terus menularkan pada pasien-pasiennya bagaimana cara berdamai dengan kanker.

Minim rasa sakit

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X