Kompas.com - 25/10/2016, 18:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia merupakan negara kedua setelah Brasil dengan jumlah kasus demam dengue paling tinggi di dunia. Demam berdarah dengue saat ini sudah bisa dicegah dengan vaksinasi. Seberapa efektifkah vaksin ini?

Hasil penelitian yang dilakukan di negara-negara Asia dan Amerika Latin dengan melibatkan 30.000 peserta menunjukkan, vaksin dengue yang dibuat oleh Sanofi Pasteur mampu menurunkan angka infeksi sampai 65 persen, angka perawatan di rumah sakit turun sampai 80 persen, dan kasus dengue berat turun sampai 92 persen.

Menurut Profesor Sri Rezeki Hadinegoro, SpA, vaksin dengue buatan Sanofi Pasteur ini ditujukan untuk individu berusia 9-16 tahun. "Hasilnya konsisten pada kelompok umur ini. Memang tidak ada vaksin yang mampu melindungi sampai 100 persen, tetapi kalau bisa melindungi dua pertiga kasus, manfaatnya besar sekali," ujarnya.

Dia menambahkan, seperti halnya vaksin untuk penyakit lainnya, meski seseorang sudah divaksin, kemungkinan terkena penyakit pun masih ada, tetapi akan jauh lebih ringan.

"Dalam hal perlindungan penyakit, yang penting cakupan vaksinnya lebih dari 80 persen sehingga yang 20 persen akan ikut terlindungi," kata Guru Besar dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Vaksin dengue tersebut diberikan dalam 3 dosis dengan interval setiap 6 bulan. Vaksin ini juga mampu melindungi seseorang dari empat stereotipe virus dengue.

Efek samping pemberian vaksin ini menurut Sri tergolong ringan, yaitu nyeri di tempat suntikan, bengkak, dan kemerahan. Selain itu, orang yang mendapat vaksin juga mengalami demam, sakit kepala, dan nyeri otot.

"Setiap vaksin hidup akan menimbulkan gejala yang sama seperti penyakitnya, misalnya saja pada vaksin campak, tetapi gejalanya sangat ringan," katanya.

Joko Murdianto, General Manager Sanofi Pasteur, mengatakan, vaksin ini sudah didistribusikan ke seluruh Indonesia mulai September 2016. "Jika ada dua pertiga populasi yang terhindar dari gejala klinis, manfaat vaksin ini sangat besar bagi kesehatan masyarakat," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.