Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/11/2016, 08:40 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Berjalan kaki merupakan aktivitas fisik yang mudah dilakukan kapan saja dan di mana saja. Dengan berjalan secara benar, tubuh bukan hanya bugar, tapi penyakit dapat dicegah. Tetapi, sudah benarkah cara berjalan kita selama ini?

Menurut penemu metode Rahasia Berjalan Alami (RBA) Irmansyah Effendi, M,Sc., banyak orang memiliki cara berjalan yang kurang baik. Irmansyah melihat adanya hubungan antara cara berjalan dengan bentuk kaki, postur tubuh, kesehatan, bahkan sampai suasana hati seseorang.

Menurut Irmansyah, jika cara berjalan dilakukan dengan benar, seseorang akan mendapat manfaat kesehatan yang lebih dari sekedar berjalan biasa.

"Jika setiap langkah itu enggak benar, ibaratnya semua kusut di dalam tubuh. Tubuh kita kan saling berhubungan, juga terkait emosi," kata Irmansyah seusai peluncuran buku Rahasia Berjalan Alami di Toko Buku Gramedia Kelapa Gading, Jakarta Utara beberapa waktu lalu.

Contoh cara berjalan yang kurang baik, misalnya melangkah terlalu lebar, kaki terlalu terbuka ke samping, bantalan kaki terlalu dientakan, hingga posisi paha dan lutut tidak lurus ke depan.

Sedangkan cara berjalan yang baik sebenarnya tidak bisa diukur dengan angka pasti bagaimana jarak setiap langkah atau lebarnya kaki kiri dan kanan. Sebab, setiap orang memiliki postur tubuh yang berbeda-beda.

Irmansyah menjelaskan, cara berjalan yang benar, yaitu jarak antara kaki kiri dan kanan disesuaikan dengan lebar tulang pinggul masing-masing, bukan lebar bahu. Sebab, kaki terletak pada tulang pinggul.

Sementara itu, jarak antara kaki depan dan belakang ketika melangkah, yaitu setengah panjang telapak kaki setiap orang. Jadi, saat melangkah jangan terlalu jauh jaraknya.

Cara berjalan tersebut merupakan dasar dari metode Rahasia Berjalan Alami. Selain memperhatikan langkah, berjalan seharusnya dilakukan dengan tegap dan rileks.

Kesalahan yang sering dilakukan seseorang dalam berjalan, yaitu tubuh ikut dibawa ke depan bersamaan dengan langkah kaki dan tubuh terlalu condong ke depan. Menurut Irmasnyah, cara berjalan tersebut akan memberikan tekanan yang lebih terhadap panggul.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+