Kompas.com - 27/11/2016, 09:15 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Selama ini Anda rutin menghitung kalori, tetapi diet tak kunjung berhasil. Bisa jadi masalahnya mungkin bukan tentang jumlah kalori, tapi jenis kalori yang dimakan.

Pelatih nutrisi Carrie McMahon, sekaligus penulis buku Why You Should Count Macronutrients, Not Calories juga pernah “terjebak” dalam rutinitas menghitung kalori dan membatasi makan. Hasilnya, dia sempat makan berlebihan akibat rasa “ngidam” hebat setelah dirinya memutuskan untuk membatasi banyak makanan.

Namun, McMahon segera menyadari bahwa untuk membuat perubahan dalam kesehatannya, dia harus mengubah pendekatannya terhadap makanan. Sehingga, dia mulai membuang kebiasaan penghitungan kalori, dan menggantinya dengan menghitung makronutrien.

"Makronutrien adalah nutrisi dari makanan yang memberikan asupan kalori atau energi bagi tubuh," kata McMahon.

“Disebut sebagai makro karena tiga kategori makronutrien adalah asupan penting bagi tubuh, yaitu karbohidrat, lemak, dan protein.”

Menurut dia, jika Anda hanya menetapkan batas kalori yang ketat, Anda bisa makan sejumlah "makanan sampah"dan tidak mendapatkan nutrisi yang Anda butuhkan.

McMahon mengatakan, saat dia melakukan penghitungan kalori, dia bisa makan apa pun yang kalorinya rendah, seperti sereal rendah lemak, makanan siap saji bebas lemak, hingga minuman manis nol kalori. Hasilnya, berat badannya mungkin turun, tetapi tubuhnya menjadi tidak sehat.

Untuk itu, McMahon merekomendasikan Anda untuk mulai menghitung makronutrien, dengan cara menghitung proporsi harian sebagai berikut:

- Bila ingin meningkatkan metabolisme atau membangun otot:
40 persen protein, 35 persen karbohidrat, lemak 25 persen.

- Mengurangi lemak tubuh dan menurunkan berat badan:
45 persen protein, 35 persen karbohidrat, lemak 20 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Yahoo News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Health
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.