Kompas.com - 02/12/2016, 09:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang ibu hamil dengan HIV positif tetap bisa melahirkan normal dan memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Ketua Program Yayasan AIDS Indonesia dr. Sarsanto W Sarwono mengatakan, selama hamil ibu tetap harus rutin konsumsi obat ARV (antiretroviral) untuk menekan jumlah virus. Jika terapi pengobatan dilakukan secara disiplin, risiko penularan HIV dari ibu ke bayi bisa ditekan sampai tinggal 7 persen.

Proses persalinan normal pun harus dilakukan dengan kondisi tertentu. "Bisa melahirkan normal asal proses melahirkannya harus secepat mungkin, jangan lama-lama. Bayi kemudian segera dibersihkan," kata Sarsanto di Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Program pencegahan infeksi HIV dari ibu kepada bayinya ini sudah harus dilakukan sejak mengetahui positif HIV. Untuk itu, sangat penting seorang ibu hamil melakukan tes HIV.

"Sering kali para ibu tak menyadari telah tertular HIV karena merasa bukan kelompok berisiko. Ibu hamil bisa saja tertular HIV saat berhubungan seksual dengan suaminya yang positif HIV. Jika diketahui positif HIV saat hamil, maka bisa segera dilakukan pencegahan penularan ke bayi," ujarnya.

Para ibu pun tetap bisa memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dengan pendampingan dokter. Yang pasti, pemberian ASI harus konsisten tanpa makanan tambahan maupun susu formula selama 6 bulan tersebut.

Pemberian ASI eksklusif bisa meningkatkan kekebalan tubuh bayi dan justru menurunkan risiko bayi tertular HIV.

Walau terinfeksi HIV, wanita tak perlu takut untuk hamil. Selain itu, jika suami diketahui terkena HIV, penularan ke istri bisa dicegah dengan menggunakan kondom setiap berhubungan seksual. Kemudian, jika ingin melakukan program hamil, bisa dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.