Kompas.com - 03/02/2017, 19:12 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCK / KATRINA BROWNIlustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Berkemah tak hanya menyenangkan bagi mereka yang suka suasana alam. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di jurnal Current Biology, pergi berkemah sekali waktu dapat membantu seseorang yang susah tidur.

Berkemah memaksa seseorang untuk jauh dari lampu yang terang benderang seperti kehidupan di kota. Kondisi gelap saat berkemah dinilai dapat membantu seseorang tidur lebih awal.

Peneliti mengatakan, jam biologis seseorang salah satunya dipengaruhi oleh paparan cahaya. Lingkungan hidup modern daoat merusak jam biologis tersebut.

Peneliti Kenneth Wright dari University of Colorado mengatakan, dengan menjauh dari cahaya listrik beberapa waktu, dapat kembali mensinkronisasi jam biologis seseorang.

Penelitian membuktikannya dengan mengukur kadar melatonin atau hormon tidur para peserta yang berkemah dan tidak, baik di musim panas maupun dingin.

Peneliti menemukan, peserta penelitian yang berkemah memiliki tingkat melatonin lebih tinggi. Mereka yang berkemah pada musim panas, rata-rata juga tidur 2,5 jam lebih awal dibanding yang tidak berkemah.

Melihat hasil penelitian itu, Wright menyarankan seseorang yang memiliki kesulitan tidur untuk mencoba pergi berkemah di akhir pekan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akan tetapi, Wright menegaskan, berkemah bukan satu-satunya cara untuk membantu seseorang yang susah tidur. Untuk mengatasinya, perlu diimbangi dengan jadwal tidur yang teratur, yaitu bangun pagi dan mulai tidur pada waktu yang sama setiap hari.

Kemudian, kurangilah paparan cahaya lampu pada malam hari. Biasakan tidur malam tanpa cahaya untuk meningkatkan melatonin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nyeri Panggul

Nyeri Panggul

Penyakit
7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

Health
Nyeri Dada

Nyeri Dada

Penyakit
17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
Batuk Kering

Batuk Kering

Penyakit
Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
Katatonia

Katatonia

Penyakit
Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Health
Aneurisma Aorta Abdominalis

Aneurisma Aorta Abdominalis

Penyakit
Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Health
Pleuritis

Pleuritis

Penyakit
Deodoran Bisa Memicu Kanker Payudara, Begini Alasannya

Deodoran Bisa Memicu Kanker Payudara, Begini Alasannya

Health
7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.