Kompas.com - 26/02/2017, 20:45 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Lebih banyak bukti yang muncul bahwa wanita yang mengonsumsi suplemen kalsium untuk mencegah kerusakan tulang, pada kenyataannya, mempertaruhkan kesehatan jantung mereka.

Tetapi, jangan anggap ini sebagai lonceng kematian meski data studi ini ditambahkan dengan studi sebelumnya, menemukan hal yang sama, dengan temuan yang sama, kata penulis studi yang dirilis secara online di BMJ April 19 ini.

"Konsensus yang ada saat ini, masih tidak memadai untuk dijadikan rekomendasi mengenai penggunaan suplemen kalsium," kata penulis senior studi Dr Ian Reid.

"Rekomendasi kami sendiri adalah secara kritis meninjau lagi penggunaan suplemen kalsium, karena data dalam makalah ini menunjukkan bahwa mereka lebih banyak bahayanya daripada manfaatnua," tambah Reid, profesor kedokteran dan endokrinologi di University of Auckland di Selandia Baru.

"Cara paling baik mengonsumsi kalsium adalah dari makanan, karena kalsium makanan belum terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung," tambah Reid.

Meta-analisis yang dilakukan oleh kelompok peneliti yang sama menemukan, 27 menjadi 31 persen peningkatan risiko serangan jantung terjadi pada wanita yang mengonsumsi suplemen kalsium tanpa vitamin D.

Banyak wanita berusia senior mengonsumsi suplemen kalsium dengan atau tanpa vitamin D untuk menjaga tulang yang kuat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tapi penulis mengatakan, lebih dari setengah wanita dalam penelitian yang sudah mengonsumsi suplemen mereka sendiri sebelum percobaan. Hal ini mungkin mengaburkan hasil penelitian.

Dalam analisis, wanita mengonsumsi kalsium dan vitamin D sebagai bagian dari protokol penelitian, mengalami peningkatan risiko kardiovaskular, terutama serangan jantung sebesar 13-23 persen, tidak sebesar mereka yang hanya mengonsumsi kalsium tanpa vitamin D.

Argumen terhadap kalsium menjadi semakin kuat ketika peneliti menambahkan data dari 13 percobaan lain yang tidak dipublikasikan yang melibatkan hampir 30.000 wanita.

Data menunjukkan, peningkatan risiko serangan jantung adalah 25 sampai 30 persen dan untuk stroke, 15 sampai 20 persen.

Peneliti berspekulasi bahwa peningkatan risiko, bisa karena faktor biologis dan ini masuk akal mengingat bahwa kalsium terhubung dengan pengerasan arteri. Namun, pakar lain berpikir tidak demikian.

Kalsium tidak cenderung menjadi penanda peradangan, jelas Dr Philip Houck, asisten profesor penyakit dalam di Texas A & M Health Science Center College of Medicine, "Lesi dengan kalsium sebenarnya lebih stabil sehingga lebih tidak berisiko menyebabkan serangan jantung dibanding pembuluh darah yang tanpa ada sedikit kalsium."

Selain itu, Houck juga berpendapat, temuan ini meyakinkan secara statistik tetapi tidak berarti meyakinkan juga secara klinis.

“Jadi, jika wanita memiliki alasan yang baik untuk mengonsumsi kalsium karena tulang mereka rapuh, tidak perlu takut untuk melakukannya," kata Houck, yang juga seorang ahli jantung di Scott & White di Temple, Texas.

Dr Susan V. Bukata, profesor bedah ortopedi di Universitas Rochester Medical Center, mengatakan bahwa penelitian ini benar-benar tidak memberikan informasi yang cukup untuk membuat kesimpulan yang pasti.

Namun demikian, dari bukti yang ada, dia mendesak semua orang untuk mencukupi kebutuhan kalsium dari makanan ketimbang minum tablet berisi 1.200 miligram setiap hari.

"Dengan pola makan yang baik, ditambah dengan suplementasi, wanita harus mendapatkan 1.000 sampai 1.500 miligram kalsium perhari," katanya.

Dan dalam jurnal editorial, profesor medis Dr Bo Abrahamsen dan Dr. Opinder Sahota menulis bahwa karena berbagai keterbatasan, mereka tidak mungkin memberikan jaminan bahwa suplemen kalsium dengan vitamin D tidak akan menyebabkan kejadian kardiovaskular yang merugikan.

Kesimpulannya jelas, studi lebih lanjut tetap diperlukan dan perdebatan masih terus berlangsung. Belum ada kesimpulan pasti bahwa suplementasi kalsium dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau penyakit kardiovaskular pada wanita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendarahan Pasca Melahirkan

Pendarahan Pasca Melahirkan

Penyakit
Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Health
Penyakit Addison

Penyakit Addison

Penyakit
11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

Health
8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.