Kompas.com - 15/03/2017, 14:15 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

Ada mitos yang mengatakan bahwa untuk memaksimalkan manfaat olahraga, Anda perlu protein sebanyak-banyaknya. Itu tidak benar.

Selama pola makan harian Anda sudah cukup protein (46 gram untuk wanita dewasa menurut National Academy of Medicine), Anda tidak perlu makan banyak protein setelah latihan (inilah jumlah harian yang sempurna), demikian kesimpulan sebuah studi yang dimuat dalam Journal of International Society of Sports Nutrition.

Anda minum alkohol

Minum beberapa gelas wine setelah latihan akan mengacaukan kemampuan otot untuk secara efektif memulihkan dan membangun kondisinya kembali, bergitulah menurut sebuah penelitian yang dimuat di jurnal PLOS One.

Namun, jika hanya minum satu gelas anggur atau bir mungkin tidak akan menimbulkan masalah, kata tim peneliti.

Anda makan terlalu banyak

Banyak dari kita mengatakan kepada diri sendiri bahwa, karena kita berolahraga, kita bisa makan apa pun yang kita inginkan.

Pola pikir ini sebaiknya dihentikan, kata ahli gizi Jenna Braddock, RDN. Banyak peneletian menunjukkan, apa yang Anda makan lebih berpengaruh ke lingkar pinggang dibanding olahraga.

Tak mengapa sesekali makan lebih banyak dari biasanya, hanya jangan jadikannitu sebagai kebiasaan.

Anda tetap takut pada karbohidrat setelah latihan yang intens

Setelah satu jam atau lebih berlatih intensitas tinggi, otot membutuhkan banyak glikogen untuk bangkit kembali dan tumbuh lebih kuat, kata Nancy Cohen, PhD, seorang profesor nutrisi di University of Massachusetts, Amherst.

Karbohidrat sehat seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian-adalah sumber terbaik glikogen.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

10 Cara Mengatasi Tenggorokan Gatal dan Batuk

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.