KOMPAS.com - Bangun tidur dengan rasa berat di sekitar kepala bagian atas, mata atau hidung tentu tak menyenangkan. Kebanyakan orang menyangka gejala semacam ini adalah tanda dari migrain.
Namun, pada kenyataannya, ada kemungkinan lain dari gejala-gejala tersebut yaitu sinusitis.
Ya, tanda dan gejala sakit kepala akibat sinusitis dengan migrain acap kali sulit dibedakan. Kedua jenis sakit kepala ini bisa dibilang memiliki tanda dan gejala yang tumpang tindih.
Rasa nyeri akibat sinusitis maupun migrain seringkali sama-sama berubah menjadi lebih buruk ketika badan membungkuk ke depan, misalnya saat bangun dari tempat tidur.
Keduanya juga dapat disertai dengan berbagai tanda dan gejala hidung, mulai dari mampet hingga keluarnya cairan jernih.
Baca juga: Stres Berlebihan, Waspada Sakit Kepala Berkepanjangan
Namun faktanya, berdasarkan penelitian, sekitar 90 persen orang yang memeriksakan diri ke dokter untuk sakit kepala sinusitis ternyata menderita migrain.
Melansir dari Mayo Clinic (14/12/2019), sinusitis biasanya tidak berhubungan dengan mual atau muntah. Sakit kepala yang muncul akibat sinusitis juga cenderung tidak terpengaruh dengan kebisingan atau cahaya terang.
Hal itu berbeda dengan sakit kepala akibat migrain. Sakit kepala ini biasanya mengalami tanda-tanda tersebut.
Sinusitis acap kali terjadi setelah adanya infeksi saluran pernapasan, pilek dan keluar lendir hidung yang kental.
Baca juga: Awas, Terlalu Sering Minum Obat Bisa Bikin Sakit Kepala Memburuk
Dalam kondisi itu, biasanya muncul nyeri pada bagian pipi atau gigi atas.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.