Kompas.com - 19/12/2019, 13:30 WIB
Ilustrasi pasien di rumah sakit ThinkstockIlustrasi pasien di rumah sakit

KOMPAS.com - Media sosial sempat dihebohkan oleh sebuah video yang menunjukan seorang istri menganiaya suaminya.

Dari video itu, terlihat sang wanita mengungkapkan keluhannya karena harus merawat suami yang sedang sakit stroke.

Hasil penyelidikan pihak kepolisian pun mengungkap bahwa sang wanita terindikasi stres atau gangguan jiwa.

Merawat anggota keluarga yang sedang sakit atau menjadi family caregiver memang tugas yang berat karena sangat menguras emosi dan tenaga kita.

Ahli kesehatan jiwa, Dr Dharmawan SPKJ, mengatakan seorang caregiver bisa saja mengalami stres karena kelelahan.

Menurutnya, merawat orang sakit memang membutuhkan bantuan home care atau layanan kesehatan di rumah.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Istri Pukul Suami Penderita Stroke, 3 Cara Cegah Stres pada "Caregiver"
Merawat orang sakit atau menjadi caregiver memang tugas yang berat karena sangat menguras emosi dan tenaga kita.
Bagikan artikel ini melalui

"Merawat orang sakit sendirian itu memang melelahkan. Mangkanya harus ada yang membantu," ujarnya.

Baca juga: Viral Istri Pukuli Suami Penderita Stroke, Stres Jadi Caregiver Itu Nyata

Lalu, bagaimana cara mencegah stres bagi para caregiver?

Menurut Dr Dharmawan, setiap harinya seorang caregiver harus punya waktu sebentar saja untuk menyepi atau mengambil jarak dari rutinitasnya.

Hal ini bertujuan agar caregiver bisa melepas ketegangan sekaligus mengambil jeda untuk menentukan langkah selanjutnya.

Berikut langkah-langkah bagi para caregiver untuk mencegah stres:

1. Meminta bantuan home care

Untuk merawat orang sakit, kata Dharmawan, butuh bantuan home care atau perawat pendukung yang disediakan di rumah.

Layanan kesehatan di rumah semacam ini akan sangat membantu tugas caregiver dalam merawat pasien.

Melansir Hello Sehat, jenis penyakit yang bisa mengambil pelayanan home care, mulai dari penyakit sederhana seperti demam tifoid hingga penyakit yang berat seperti gangguan pernapasan kronik dengan ketergantungan pada alat respirator.

Home care juga dibutuhkan untuk pasien yang sedang sakit atau sedang dalam proses penyembuhan seperti stroke hingga pasien dalam fase kronis seperti kanker stadium lanjut.

Adanya home care sangat membantu dalam memberikan rasa nyaman secara psikologis bagi pasien serta keluarga.

Dengan adanya layanan ini, tugas caregiver menjadi lebih ringan sehingga bisa mengambil jeda untuk beristirahat atau melepas ketegangan.

2. Meditasi

Untuk menghindari kelelahan saat menjadi seorang caregiver, Dharmawan menyarankan kita untuk tak segan meminta bantuan kepada orang lain agar bisa menyediakan waktu merenung.

"Seorang caregiver harus punya waktu untuk menyepi atau mengambil jarak sebentar saja agar bisa melihat dengan jelas langkah-langkah apa yang bisa diambil selanjutnya," ucap dia.

Salah satu cara yang bisa kita ambil adalah meditasi.

Meditasi bisa menjadi jalan bagi para caregiver untuk melepas stres. Menurut Mayo Clinic, meditasi dapat memberi kitaperasaan tenang, damai dan seimbang.

Tentunya, ini sangat bermanfaat bagi kesejahteraan emosional kita. Meditasi juga dapat membantu kita lebih tenang sepanjang hari dan dapat membantu mengelola gejala kondisi medis tertentu.

Baca juga: Viral Istri Pukul Suami Penderita Stroke, Ini Komentar Para Psikolog

3. Lakukan "me time"

Salah satu hal lain yang bisa dilakukan untuk mencegah stres saat menjadi caregiver adalah dengan "me time".

"Minimal setiap harinya seorang caregiver harus punya waktu sebentar saja untuk menyepi atau mengambil jarak diri," kata Dharmawan.

Menyediakan waktu berkualitas untuk diri sendiri atau "me time" sangat bermanfaat bagi kesehatan mental kita.

"Me time" juga berfungsi untuk menurunkan stres, membuat kita lebih produktif dan memulihkan energi yang terkuras.

"Me time" juga bisa kita manfaatkan untuk menghargai diri sendiri sehingga kita bisa menikmati hidup sepenuhnya dan merasa lebih mudah puas dengan kehidupan yang kita miliki.

Ketika kita telah berhasil menghargai diri sendiri, kita akan lebih mudah menghargai orang lain dan hubungan sosial yang kita miliki.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sakit Kepala
Sakit Kepala
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bau Badan

Bau Badan

Penyakit
Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Health
Kaki Kaku

Kaki Kaku

Penyakit
6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

Health
Rhinofaringitis

Rhinofaringitis

Penyakit
Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Health
Bibir Bengkak

Bibir Bengkak

Penyakit
Memahami Apa Itu Long Covid dan Bagaimana Mengatasinya?

Memahami Apa Itu Long Covid dan Bagaimana Mengatasinya?

Health
Kulit Bersisik

Kulit Bersisik

Penyakit
4 Gejala Tumor Usus Besar yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Tumor Usus Besar yang Perlu Diwaspadai

Health
Lesi Kulit

Lesi Kulit

Penyakit
Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Memicu Penyakit?

Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Memicu Penyakit?

Health
Badan Lemas

Badan Lemas

Penyakit
Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Health
Pinggiran Lidah Bergelombang

Pinggiran Lidah Bergelombang

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.