Kompas.com - 29/12/2019, 06:00 WIB
ilustrasi meditasi Shutterstockilustrasi meditasi

Bahkan, hanya dengan melakukan praktik 90 detik pernapasan dengan diafragma, kita dapat mengaktifkan sistem saraf parasimpatis.

Di mana, sistem sraf tersebut berfungsi untuk mematikan respons stres dengan menurunkan kortisol (hormon stres), tekanan darah dan detak jantung.

Cara tersebut juga dapat meningkatkan hormon oksitosin dan endorfin yang memicu rasa bahagia.

Penelitian juga menunjukkan bahwa level gamma-aminobutyric (GABA) di otak meningkat setelah berlatih yoha hanya satu jam.

Baca juga: Cara Sederhana Atasi Depresi dengan Yoga

Tingkat GABA yang lebih tinggi dikaitkan dengan tingkat depresi dan kecemasan yang lebih rendah.

Dengan kata lain, satu sesi kelas yoga dapat mulai mengubah kimia otak dan meningkatkan suasana hati.

Frekuensi yoga

Idealnya, yoga dilakukan dua atau tiga kali dalam seminggu dengan durasi selama 1 atau 1,5 jam per sesi.

Anda tidak dianjurkan melakukan yoga terlalu sering dan lama untuk mencegah terjadinya cedera serta memberikan waktu tubuh untuk beristirahat.

Anda juga tidak disarankan melakukan yoga terlalu jarang.

Yoga setidaknya dilakukan sekali dalam seminggu. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber CNN,,happier
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.