Kompas.com - 02/01/2020, 17:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek juga berpotensi menyebabkan hipotermia.

Hipotermia disebabkan oleh paparan suhu dingin yang terlalu lama dan kerap dialami oleh lansia serta anak-anak. Saat terkena suhu dingin, tubuh mulai kehilangan panas lebih cepat dari yang dihasilkannya.

Paparan suhu dingin yang terlalu lama pada akhirnya menyebabkan energi di dalam tubuh terkuras sehingga suhu tubuh lebih rendah.

Suhu tubuh yang terlalu rendah memengaruhi otak, membuat korban tidak mampu berpikir jernih atau bergerak dengan baik.

Oleh karena itu, penderita hipotermia harus segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga: Sebagian Warga Serpong Utara Masih Terjebak Banjir yang Belum Surut

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Banjir Jabodetabek, Waspadai Risiko Hipotermia pada Anak dan Lansia
Hipotermia disebabkan oleh paparan suhu dingin yang terlalu lama dan kerap dialami oleh lansia serta anak-anak
Bagikan artikel ini melalui

Gejala hipotermia

Melansir Hello Sehat, berikut gejala yang dialami seseorang saat menderita hipotermia:

  • Merasa kedinginan
  • Menggigil terus menerus
  • Merinding
  • Bibir berwarna biru
  • Tidak dapat menghangatkan diri,
  • Pada bayi, kulitnya berubah menjadi merah terang, dingin, dan tampak sangat tidak bertenaga.
  • Denyut jantung melemah dan menjadi tidak teratur.
  • Menjadi bingung, mengantuk, dan kaku. Berbicara cadel, bergumam, dan gagap.

Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk mencegah dan mengatasi hipotermia?

Pencegahan

Melakukan langkah pencegahan adalah cara terbaik untuk melindungi diri dan keluarga kita dari risiko hipotermia saat banjir melanda. Berikut langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir risiko hipotermia:

  • Cukupi asupan nutrisi dan cairan. Persiapkan camilan dan air ekstra saat kondisi darurat.
  • Gunakan pakaian yang tepat dan hindari memakai pakaian berbahan katun. Sebaiknya, gunakan pakaian berbahan sintetis atau wol agar tetap hangat saat basah.
  • Istirahat yang cukup. Sebisa mungkin kita tetap harus beritirahat dan mengonsumsi makanan serta cairan.

Penanganan darurat

Hipotermia adalah kondisi darurat yang perlu penanganan tepat. Jika melihat seseorang dengan gejala tersebut, cobalah periksa suhu tubuhnya.

Suhu tubuh di bawah 35 derajat celcius menandakan seseorang positif menderita hipotermia dan harus segera mendapatkan penanganan.

Saat bantuan medis terlalu lama, cobalah untuk melakukan tindakan darurat berikut:

  • Bawa penderita ke kamar atau tempat berlindung yang hangat.
  • Lepaskan semua pakaian basah yang dikenakan penderita.
  • Hangatkan bagian tengah tubuh penderita- seperti dada, leher, kepala, dan pangkal paha - menggunakan selimut. Kita juga dapat menggunakan kontak dari kulit ke kulit di bawah lapisan selimut, pakaian, handuk, atau kain yang longgar dan kering.
  • Minuman hangat dapat membantu meningkatkan suhu tubuh, tetapi jangan memberikan minuman beralkohol. Jangan mencoba memberikan minuman kepada orang yang pinsan.
  • Setelah suhu tubuh meningkat, pastikan tubuh penderita kering dan bungkus tubuhnya, termasuk kepala dan lehernya, dalam selimut hangat.

Baca juga: Cerita Anggota TNI Evakuasi Bayi Baru Lahir di Tengah Kepungan Banjir...

Penderita hipotermia berat bisa saja mengalami pinsang dan tidak memiliki denyut nadi atau bernafas. Dalam hal ini, tangani penderita dengan perlahan dan segera dapatkan bantuan darurat.

Selain itu, berikan CPR atau nafas buatan sampai penderita merespons atau bantuan medis tersedia.

Tetap hangatkan penderita saat melakukan CPR. Dalam beberapa kasus, korban hipotermia yang terlihat tak lagi bernyawa dapat berhasil diresusitasi.


Sumber CDC,,wta.org
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Panas Dingin
Panas Dingin
PENYAKIT
Malnutrisi
Malnutrisi
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Kram Perut

Kram Perut

Penyakit
Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Health
Malnutrisi

Malnutrisi

Penyakit
Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Health
Anosmia

Anosmia

Penyakit
Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Health
Pantat Pegal

Pantat Pegal

Penyakit
12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

Health
Betis Bengkak

Betis Bengkak

Penyakit
Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.