Kompas.com - 12/01/2020, 10:15 WIB

KOMPAS.com – Banyak orangtua khawatir ketika mendapati anak mereka susah makan.

Beberapa di antaranya bahkan bisa saja bereaksi secara berlebihan karena cemas proses tumbuh kembang sang anak terganggu.

Karena takut, para orangtua ini tidak jarang akhirnya memilih memaksa anak menghabiskan makanan yang telah disediakan.

Diana Damayati dalam buku karyanya berjudul Latih Anak Mengatur Makanannya (2010), mengungkapkan masalah susah makan pada anak memang harus segera diatasi.

Tapi, menurut dia, caranya tidak dengan memaksa mereka menghabiskan makanan apalagi dengan porsi berlebihan.

Baca juga: Anda Ingin Hidup Sehat? Jangan Lewatkan Berbuat Baik

Diana menganjurkan para orangtua lebh baik mencari tahu terlebih dahulu penyebab anak jadi susah makan.

3 penyebab anak susah makan

Menurut dia, ada 3 penyebab anak bisa susah makan, yakni:

1. Alasan fisik

Secara fisik, anak bisa saja susah makan karena mengalami gangguan di sistem pencernaan mereka.

Kondisi ini menyebabkan anak enggan makan karena akan merasa mual lalu muntah ketika makan.

Anak juga bisa mengalami gangguan pada sistem gigi geligi.

Pada anak usia 4 sampai 6 tahun misalnya. Proses tanggalnya gigi susu dan tumbuhnya gigi tetap bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada mulut sehingga berpotensi membuat mereka enggan makan.

Diana menganjurkan para orangtua segera berkonsultasi dengan dokter apabila masalah susah makan pada anak karena alasan-alasan fisik semakin parah.

2. Alasan psikis

Anak bisa juga susah makan karena para orangtua tak bisa membuat suasana yang menyenangkan.

Baca juga: Hati-hati Orangtua, Marah pada Anak Sebabkan 11 Dampak Fatal

Diana menuturkan beberapa hal yang mungkin bisa menjadikan anak merasa kurang nyaman untuk makan, yaitu:

  • Porsi makan yang disediakan terlalu banyak
  • Orangtua selalu memaksa anak untuk menghabiskan porsi makan yang terlalu besar
  • Orangtua mengharuskan anak makan dengan cepat dan rapi. Kalau tidak seperti itu, anak akan diomeli atau dihukum

Untuk mengatasi masalah susah makan karena hal ini, para orangtua disarankan untuk melakukan tindakan sebaliknya.

Diana menganjurkan langkah-langkah solusi, sebagai berikut:

  • Berikan makanan dengan porsi lebih kecil tetapi lebih sering
  • Hidangkan makanan dengan cara yang menarik untuk anak
  • Jangan memaksa, ciptakan suasana makan yang menyenangkan

3. Picky eater

Diana mendefisikan picky eater sebagai anak yang suka pilih-pilih makanan atau hanya mau mengonsumsi makanan tertentu.

Dia mengidentifikasi salah satu penyebab picky eater adalah karena kurang bervariasainya makanan yang diperkenakan kepada anak.

Picky eater sebenarnya merupakan gejala umum pada anak-anak usia prasekolah, sehingga para orangtua tidak perlu terlalu khawatir,” tulis Diana dalam bukunya yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama itu.

Tapi, picky eater bisa mengakibatkan anak kekurangan energy dan zat-zat gizi apabila dibiarkan terlalu lama.

Baca juga: Anak Gemuk Tak Selalu Baik, Kenali Bahaya Obesitas Ini

Diana menawarkan solusi untuk mengatasi masalah ini dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Coba kenalkan lagi berbagai variasai makanan kepada anak
  • Jangan putus asa kalau setelah 3 – 4 kali mencoba, anak ternyata masih menolak makan makanan yang diberikan

“Sebuah penelitian menunjukkan bahwa setelah 8 -10 kali dicobakan, biasanya anak baru mau mengonsumsi makanan baru,” terang Diana mengenai masalah susah makan akibat picky eater.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.