Kompas.com - 12/01/2020, 20:00 WIB
Ilustrasi makan sambil main ponsel shutterstockIlustrasi makan sambil main ponsel

Salah satu homor yang dirilis adalah cholecystokinin (CCK) yang dikeluarkan oleh usus sebagai respons terhadap makanan yang dikonsumsi selama makan.

Hormon lain yang dikeluaran saat makan, yaitu leptin.

Berdasarkan penelitian, hormon yang diproduksi oleh sel-sel lemak itu dapat memperkuat sinyal CCK untuk meningkatkan perasaan kenyang.

Baca juga: Jangan Asal Kenyang, Ini 6 Ide Menu Sarapan Pagi Sehat dan Cepat

Penelitian lain menunjukkan bahwa leptin juga berinteraksi dengan neurotransmitter dopamin di otak untuk menghasilkan perasaan senang setelah makan.

Jadi teorinya adalah dengan makan terlalu cepat, orang mungkin jadi tidak memberikan cukup waktu untuk sistem cross-talk hormonal ini bekerja.

Dengan kata lain, berbagai hormon pemicu rasa kenyang ini tak akan banyak keluar apabila seseorang makan terlalu cepat. 

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Benarkah Makan Pelan Bisa Buat Perut Lebih Cepat Kenyang?
Jika sering merasa lapar padahal baru makan, bisa jadi ada yang salah dengan cara mengungah Anda. Makanlah dengan lebih pelan agar cepat kenyang.
Bagikan artikel ini melalui

Manfaat lain makan pelan

Selain membuat perut lebih cepat kenyang, makan dengan pelan juga punya manfaat lain. 

Sebagai efek domino, makan dengan pelan disinyalir bisa menurunkan berat badan. 

Hal ini bisa terjadi karena seseorang yang makan dengan pelan akan merasa lebih kenyang sehingga tidak berminat untuk ngemil atau makan lagi (berlebih).

Bukan hanya itu, makan dengan pelan juga dapat meminimalkan risiko tersedak.

Kesehatan pencernaan disinyalir juga akan meningkat ketika kita memutuskan untuk makan dengan pelan.

Pasalnya, mengunyah makanan dengan durasi lama di mulut bisa meringankan kerja sistem pencernaan di perut.

Baca juga: Makan Jangan Hanya Cari Kenyang

Sementara saat sistem pencernaan berfungsi dengan baik, nutrisi dari makanan yang kita konsumsi bisa terserap lebih maksimal ke dalam tubuh.

Halaman:

Sumber Havard Edu
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Pilek
Pilek
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

Health
Bau Badan

Bau Badan

Penyakit
Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Health
Kaki Kaku

Kaki Kaku

Penyakit
6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

Health
Rhinofaringitis

Rhinofaringitis

Penyakit
Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Health
Bibir Bengkak

Bibir Bengkak

Penyakit
Memahami Apa Itu Long Covid dan Bagaimana Mengatasinya?

Memahami Apa Itu Long Covid dan Bagaimana Mengatasinya?

Health
Kulit Bersisik

Kulit Bersisik

Penyakit
4 Gejala Tumor Usus Besar yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Tumor Usus Besar yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.