Kompas.com - 18/01/2020, 14:00 WIB

KOMPAS.com- Bagi ibu hamil, tekanan darah tinggi atau hipertensi bisa menjadi masalah kesehatan serius.

Tekanan darah orang dewasa normalnya berkisar antara 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg.

Namun, pada ibu hamil yang mengalami hipertensi, tekanan darahnya bisa melonjak di atas 140/90 mmHg.

Melansir laman resmi American Pregnancy Association, timbulnya tekanan darah tinggi selama kehamilan bisa jadi tanda preeklamsia.

Preeklampsia dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah, meningkatkan risiko plasenta terpisah dari rahim, hingga masalah ginjal pada ibu. 

Untuk itu, ibu hamil yang punya masalah tekanan darah tinggi perlu lebih memperhatikan kondisinya dengan berkonsultasi ke dokter.

Apabila hipertensi pada ibu hamil tidak dikontrol, kehamilan berisiko tersebut dapat membahayakan keselamatan ibu dan bayi.

Baca juga: Awas Ibu Hamil Juga Bisa Depresi, Kenali Risiko dan Cara Perawatannya

Kendati perlu perhatian ekstra, ibu hamil tidak perlu khawatir berlebihan.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan tekanan darah tinggi selama kehamilan.

Melansir Motherly, berikut tujuh cara menurunkan tekanan darah tinggi pada ibu hamil:

1. Kurangi garam

Mengonsumsi terlalu banyak garam dapat menyebabkan hipertensi.

Coba ganti garam dengan rempah-rempah yang punya cita rasa gurih.

Selain itu, hindari makanan kaleng, makanan olahan, dan makanan cepat saji.

Makanan kaleng, olahan, dan cepat saji umumnya mengandung natrium yang cukup tinggi.

2. Konsumsi makanan tinggi kalium

Kalium dapat membuat tekanan darah tinggi menjadi lebih stabil.

Konsumsi makanan tinggi kalium seperti biji-bijian utuh seperti gandum, pisang, kentang, kacang merah, sampai tomat.

Penelitian menunjukkan, biji-bijian utuh yang kaya kandungan serat efektif mengatasi hipertensi.

Bila perlu, kombinasikan beberapa bahan makanan kaya kalium menjadi satu menu khusus.

Misalkan untuk sarapan, Anda bisa membuat roti gandung dengan isian telur dadar dan aneka sayuran.

3. Kurangi stres

Bagi ibu hamil maupun tidak, stres dapat meningkatkan tekanan darah.

Coba atasi dengan meminimalkan atau buat jarak dengan sumber stres dan kecemasan.

Selain itu, lakukan sesuatu yang bisa bikin rileks. Misalnya meditasi, yoga, atau teknik pernapasan.

Tak hanya bermanfaat untuk mengurangi stres, ketiga hal tersebut juga dapat mengatasi nyeri persalinan.

Baca juga: PPCM, Penyakit Misterius yang Ancam Ibu Hamil dan Ibu Baru Melahirkan

4. Lebih banyak bergerak

Wanita yang kurang bergerak cenderung punya masalah tekanan darah tinggi.
Coba tambahkan aktivitas fisik yang konsisten sepanjang kehamilan.

Selain bisa meningkatkan sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah, banyak bergerak juga mengurangi stres.

Coba berolahraga ringan 30 menit setiap hari. Ibu hamil bisa memilih berjalan, berenang, dan sebagainya.

5. Perhatikan berat badan

Ibu hamil memang perlu memperhatikan asupan sepanjang kehamilan.

Asupan yang kurang tidak baik. Sebaliknya, berlebihan juga tidak disarankan.

Kelebihan berat badan sepanjang kehamilan meningkatkan risiko hipertensi.

Jaga berat badan dalam batas aman sesuai rekomendasi dokter.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.