Kompas.com - 05/02/2020, 16:31 WIB
Ilustrasi. THINKSTOCK Ilustrasi.

Otot yang menebal kemudian dapat mengganggu sistem kelistrikan jantung dan menyebabkan detak jantung menjadi cepat atau tidak teratur (arrhythmias). Kondisi inilah yang dapat menyebabkan kematian jantung mendadak.

Meskipun biasanya tidak berakibat fatal, namun HCM adalah penyebab paling umum kematian mendadak yang berhubungan dengan jantung pada orang di bawah usia 30 tahun.

Ini adalah penyebab kematian mendadak yang paling umum pada atlet. Sementara, HCM sering tidak terdeteksi.

2. Kelainan arteri koroner

Kadang-kadang orang dilahirkan dengan arteri jantung (arteri koroner) yang terhubung secara tidak normal.

Arteri dapat menjadi padat saat berolahraga dan tidak memberikan aliran darah yang tepat ke jantung.

3. Long QT syndrome

Gangguan irama jantung yang diwariskan ini dapat menyebabkan detak jantung berubah cepat dan kacau hingga sering menyebabkan pingsan.

Baca juga: Ahli Sebut Makan Ikan Lele Bisa Picu Penyakit Jantung

 

Orang muda dengan long QT syndrome memiliki peningkatan risiko kematian mendadak.

4. Kelainan struktur jantung

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X