Kompas.com - 15/02/2020, 15:01 WIB

Kelainan fungsi tersebut bisa disebabkan oleh bermacam trauma, seperti:

  • Sewaktu bayi dalam kandungan, misalnya karena keadaan keracunan kehamilan (toxemia gravidarum), infeksi virus rubella, virus cytimegalo)
  • Kejadian segera setelah lahir (perinatal) seperti kekurangan oksigen (anoksida)
  • Keadaan selama kehamilan seperti pembentukan otak yang kecil, misalnya vermis otak kecil yang lebih kecil (mirkosepali) atau terjadi pengerutan jaringan otak (tuber sclerosis)
  • Mungkin karena kelainan metabolism seperti pada penyakit Addison karena infeksi Tuberkulosa sehingga terjadi bertambahnya pigment tubuh dan kemunduran mental
  • Mungkin karena kelainan kromosom seperti pada sindrom kromosom X yang fragil seperti diberitakan banyak terjadi di Gunuh Kidul. DIY dan sindrom kromosom XYY

Dalam buku Kenali Autisme Sejak Dini (2010) karya Huzaemah, beberapa ahli setelah melakukan penelitian, menyatakan bahwa bibit autis telah ada jauh hari sebelum bayi dilahirkan, bahkan sebelum dilakukan vaksinasi.

Kelainan itu dikonfirmasi dalam hasil pengamatan beberapa keluarga melalui gen autisme.

Patricia Rodier, ahli embrio dari Amerika Serikat menyatakan bahwa korelasi antara autis dan catat lahir yang disebabkan oleh Thalidomide menyimpulkan bahwa kerusakan otak dapat terjadi paling awal 20 hari pada saat pembentukan janin.

Baca juga: Riset Buktikan Perut Buncit Bikin Fungsi Otak Terganggu, Kok Bisa?

Cara menangani

Sangat penting untuk mewaspadai gejala autisme sedini mungkin.

Meski tidak bisa disembuhkan, terdapat berbagai metode untuk menangani autisme yang bertujuan agar penderita dapat menyesuaikan diri dalam kehidupan sehari-hari.

Seseorang yang memperlihatkan perilaku seperti autisme belum tentu mengidap autisme. Perilaku tersebut bisa juga disebabkan oleh adanya gangguan selain autis.

Pemeriksaan klinis dan penunjang lainnya mungkin diperlukan untuk memastikan kemungkinan adanya penyebab lain tersebut.

Ada beberapa jenis pemeriksaan medis yang dapat dilakukan untuk memastikan kondisi autism, di antaranya yakni:

1. Pemeriksaan CT Scan

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.