10 Tanaman Pembersih Udara yang Terbukti Ampuh Usir Penyakit

Kompas.com - 15/02/2020, 18:02 WIB
Palem Bambu, tanaman hias yang bisa mengatasi polusi di dalam ruangan 736655635Palem Bambu, tanaman hias yang bisa mengatasi polusi di dalam ruangan

KOMPAS.com - Bukan rahasia lagi bahwa polusi udara dapat membawa berbagai penyakit. Namun, siapa sangka penawarnya telah disediakan oleh alam.

Ya, tanaman pembersih udara disediakan oleh alam untuk dijadikan "penyelamat".

Sebab, kualitas udara yang buruk, baik itu di dalam atau di luar rumah, bisa memiliki efek samping merugikan, terutama untuk kesehatan.

Baca juga: Soal Kabut Asap, 5 Tanaman Hias Ini Bantu Bersihkan udara

Tidak ada salahnya memelihara tanaman pembersih udara yang beragam, mengingat kesehatan keluarga lebih berharga dari segalanya.

Beberapa tahun lalu, lembaga The National Aeronautics and Space Administration (NASA) menemukan bahwa tanaman pembersih udara bisa menyerap racun berbahaya dari udara, terutama di ruang tertutup seperti rumah.

Apa saja tanaman yang terbukti dapat membersihkan udara dalam ruangan?

1. Lili paris (Chlorophytum comosum)

Chlorophytum comosum atau yang dikenal sebagai lili paris di Indonesia, adalah tanaman pembersih udara yang bisa menghempaskan zat beracun seperti formaldehida dan xylene.

Walau tidak seindah tanaman hias lain, lili paris sangat berguna untuk membersihkan udara di rumah dari racun.

Perawatannya juga mudah, Anda hanya harus menyiramnya dengan air bersih sebanyak 2-3 kali dalam seminggu.

2. Bambu jepang (Dracaenas)

Dracaena, tanaman hias yang membantu memebrsihkan udara di dalam ruangan1077289229 Dracaena, tanaman hias yang membantu memebrsihkan udara di dalam ruangan

Bambu jepang adalah tanaman pembersih udara yang memiliki ragam ukuran dan warna.

Jika Anda memutuskan untuk “memeliharanya”, jangan sampai tanah di dalam pot tanaman ini terlalu basah.

Tanaman pembersih udara ini bisa menghilangkan zat beracun seperti formaldehida, xylene, toluene, benzene, hingga trichlorethylene.

Jauhkan bambu jepang dari hewan peliharaan. Sebab, jika kucing atau anjing memakan daunnya, hewan-hewan lucu ini bisa keracunan dan mengalami gejala berupa muntah atau berliur.

Baca juga: Tak Hanya Cantik, 7 Tanaman Hias Ini Usir Nyamuk DBD

3. Sirih gading (Epipremnum aureum)

Dikenal juga dengan sebutan devil’s ivy, sirih gading ternyata bisa membersihkan udara di rumah dari zat beracun formaldehida, xylene, benzene, karbon monoksida.

Cara merawatnya juga mudah. Siram saja dengan air jika tanah di pot sudah kering.

Jangan sampai daun tumbuhan ini dimakan oleh hewan peliharaan, karena beracun dan bisa menimbulkan efek samping.

4. Palem kuning (Chrysalidocarpus lutescens)

Walau ukurannya kecil, palem kuning bisa menyerap benzene, karbon monoksida, formaldehida, hingga xylene dari udara di rumah.

Tanaman pembersih udara yang berasal dari Madagaskar ini lebih mudah tumbuh di area terang. Maka dari itu, letakkan palem kuning di tempat yang lampunya selalu menyala.

5. Krisan (Chrysanthemum morifolium)

Kementan terus melakukan pendampingan budidaya bunga krisan yang akan diekspor ke berbagai negara di dunia, salah satunya Jepang.Dok. Humas Kementan Kementan terus melakukan pendampingan budidaya bunga krisan yang akan diekspor ke berbagai negara di dunia, salah satunya Jepang.

Krisan dianggap sebagai “dedengkot” dalam daftar tanaman pembersih udara.

Kemampuannya dalam menyerap amonia (senyawa kimia campuran nitrogen dan hidrogen) membuat krisan disegani. Selain itu, tanaman ini juga bisa menghilangkan zat beracun formaldehida, xylene, sampai benzene dari udara.

Jangan biarkan hewan-hewan peliharaan memakan daunnya, karena sangat beracun untuk mereka.

Baca juga: Kurangi Polusi dengan Tanaman Dalam Ruangan

6. Palem bambu (Chamaedorea seifrizii)

Tanaman pembersih udara yang satu ini “banyak maunya”. Itulah sebabnya, jenis ini masuk ke dalam daftar tumbuhan yang cukup sulit untuk diurus.

Palem bambu suka tempat yang terang, tapi tidak boleh langsung terpapar sinar matahari.

Tanaman yang bisa tumbuh tinggi ini dapat mengeliminasi zat beracun formaldehida, benzene, karbon monoksida, xylene, hingga khloroform dari udara.

7. Daun ivy (Hedera helix)

Tanaman pembersih udara selanjutnya adalah Hedera helix atau daun ivy. Ia bisa tumbuh merambat tinggi. Biasanya ia ditanam dengan pot yang menggantung.

Daun ivy bisa membersihkan udara dari benzene, karbon monoksida, formaldehida, hingga trichlorethylene.

Namun ingat, daun ivy sangat beracun untuk manusia dan hewan peliharaan.

Jauhkan dari anak-anak Anda juga sebab getahnya dapat menyebabkan dermatitis kontak.

8. Karet kebo (Ficus elastica)

Warna daun yang menggoda, membuat karet kebo menjadi tanaman pembersih udara yang menarik perhatian banyak orang.

Tanaman ini bisa menghilangkan zat beracun karbon monoksida dan formaldehida dari udara rumah.

Namun tetap berhati-hati saat memeliharanya. Sebab, karet kebo merupakan tumbuhan beracun.

Baca juga: Jarang Disadari, Tanaman dalam Ruangan Bermanfaat Bagi Kesehatan

9. Sri rejeki atau beras tumpah (Aglaonema)

Berasal dari hutan di Asia, sri rejeki atau beras tumpah bisa menjadi tanaman pembersih udara yang cantik untuk dikoleksi.

Kemampuannya dalam menghilangkan benzene, karbon monoksida, dan formaldehida juga dianggap sebagai nilai plus.

Jauhkan tumbuhan pembersih udara ini dari anjing peliharaan Anda. Sebab jika terpapar, ada efek samping berbahaya yang bisa muncul.

10. Lili perdamaian (Spathiphyllum)

NASA mengakui kehebatan tanaman pembersih udara ini. Bahkan, lili perdamaian masuk ke dalam daftar tiga tanaman pembersih udara terbaik.

Tumbuhan ini bisa menghilangkan amonia, formaldehida, hingga benzene.

Namun hati-hati, tanaman pembersih udara ini beracun untuk kucing, anjing, dan manusia.

Efek sampingnya bisa berupa sensasi terbakar pada kulit dan iritasi kulit pada orang dewasa.

Bahaya polusi udara di dalam ruangan

Jangan anggap remeh udara kotor yang Anda hirup ke dalam paru-paru. Banyak gejala merugikan dari menghirup udara kotor, yang bisa Anda rasakan, seperti:

- Kekeringan dan iritasi kulit, mata, hidung, hingga tenggorokan
- Sakit kepala
- Kelelahan
- Sesak napas
- Alergi
- Batuk
- Mual
- Pusing
- Tersumbatnya rongga sinus

Baca juga: Tanaman Hias Dipastikan Tidak Efektif Bersihkan Udara dalam Rumah

Biasanya, gejala dari menghirup udara kotor di dalam ruangan ini akan muncul sekitar beberapa jam, hingga akhirnya hilang saat meninggalkan ruangan yang berisikan udara kotor itu.

Beberapa gejala di atas juga bisa diakibatkan oleh penyakit.

Maka dari itu, datanglah ke dokter untuk berkonsultasi dan mendapatkan perawatan.

Penyakit yang dibawa polusi udara dalam ruangan

Sekali lagi, jangan meremehkan polusi udara di dalam ruangan rumah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, ada beberapa penyakit mematikan yang bisa dibawa polusi udara dalam ruangan, yaitu:

- Stroke
- Penyakit jantung iskemik (penyempitan pembuluh darah jantung)
- Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
- Kanker paru-paru

Selain itu, hampir setengah kematian akibat pneumonia pada anak di bawah 5 tahun, disebabkan oleh partikel yang dihirup dari polusi dalam rumah.

Jangan lagi menyepelekan masalah polusi dalam rumah, ya!


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X