Kompas.com - 14/04/2020, 06:00 WIB
Ilustrasi air putih YSedovaIlustrasi air putih

KOMPAS.com – Proses pengurangan berat badan dengan cara yang sehat pada umumnya memerlukan waktu.

Hal itu dikarenakan, lemak biasanya sudah menempel dalam jaringan adiposa tubuh selama bertahun-tahun sejak seseorang menerapkan pola makan yang salah.

Di mana, seseorang itu mengonsumsi sumber kalori berlebihan, tetapi hanya sedikit yang dikeluarkan.

Oleh sebab itu, berdiet dengan cara apa pun pada umumnya memerlukan kesabaran.

Baca juga: Banyak Minum Air Putih Tak Terbukti Bisa Hilangkan Virus Corona

Namun, jika Anda sudah makan tidak berlebihan dan berolahraga secara cukup, tapi ternyata tetap menderita kegemukan atau obesitas, bisa jadi Anda hanya kurang minum air.

Melansir Buku Makan Tepat, Badan Sehat (2009) karya Prof. Dr. Ir. Faisal Anwar & Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, air disebut-sebut sebagai katalis penting untuk menurunkan berat badan.

Berikut ini beberapa cara melawan kegemukan dengan minum air putih yang dijelaskan:

1. Mengendalikan nafsu makan

Dengan minum air, orang akan mengendalikan nafsu makannya.

Volume air yang memasuki lambung akan menimbulkan kesan kenyang sehingga orang tidak akan tergoda makan banyak, termasuk ngemil.

Kesan kenyang juga akan muncul jika proses pencernaan berjalan lambat, misalnya dengan mengonsumsi makanan berserat atau dengan sengaja mengonsumsi preparat yang bisa menghambat proses pemecahan karbohidrat.

Bagi orang yang mengonsumsi banyak serat dalam dietnya, sangat dianjurkan juga untuk memperbanyak asupan air.

Pasalnya, serat bersifat menyerap air. Jadi, tanpa asupan air yang cukup, air dari sel-sel tubuh akan ikut diserap sehingga abisa menimbulkan gangguan kesehatan.

Baca juga: 9 Bahaya Tak Minum Air Putih 8 Gelas Sehari

2. Memetabolisme lemak dengan lebih baik

Air juga dapat membantu tubuh dalam memetabolisme lemak dengan lebih baik.

Metabolisme adalah proses kecepatan tubuh dalam mencerna, menyerap, dan mengasimilasi makanan untuk diubah menjadi energi.

Metabolisme juga dapat dipahami sebagai proses saat substansi-substansi ditangai oleh organ-organ tubuh.

Substansi-substansi tersebut bisa berasal dari apa yang yang Anda makan atau minum.

Dengan begitu, kurangnya asupan air ini dapat menyebabkan deposit lemak tubuh bertambah.

Baca juga: Kenapa Jadi Sering Kencing setelah Minum Air Putih?

3. Membantu ginjal berfungsi normal

Seperti diketahui, fungsi ginjal akan berjalan normal jika tubuh mendapat pasokan air secara cukup.

Jika asupan air berkurang karena kurang minum, ginjal tidak dapat melaksanakan fungsinya dengan optimal.

Dengan begitu, sebagian kerja ginjal akan dibebankan pada hati. Padahal, fungsi hari yang utama adalah memetabolsme simpanan lemak menjadi energi yang akan digunakan tubuh.

Jadi, ketika ada tugas tambahan dari ginjal, hari menjadi kurang optimal dalam memetabolisme simpanan lemak.

Akibatnya, tidak lain adalah lemak-lemak akan tetap terdeposit dan penurunan berat badan terhenti.

4. Membantu pencernaan

Minum air di sela-sela makan dapat membantu proses pencernaan menjadi lebih baik.

Keberadaan air akan melembutkan makanan sehingga kerja sistem pencernaan tidak terlampau berat.

Namun, jangan menggunakan dalih minum air untuk mendorong makanan agar cepat masuk ke lambung.

Karena itu, anjuran mengunyah makanan secara cukup harus tetap diperhatikan.

Baca juga: Perlukah Minum Air Putih 8 Gelas Sehari?

5. Air putih nol kalori

Karena zero calories atau nol kalori, air putih baik dikonsumsi bagi tubuh karena tidak akan memberikan kontribusi kalori yang bisa membuat kegemukan.

Konsumsi air putih bahkan bisa memenuhi keinginan tubuh untuk mendapatkan cairan serta menghilangkan haus.

Oleh sebab itu, bagi orang gemuk, membiasakan banyak minum air putuh adalah pilihan yang tepat untuk mendukung upaya penurunan berat badan.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X