Kompas.com - 19/04/2020, 10:10 WIB
Ilustrasi bopavIlustrasi

KOMPAS.com - Jelang Ramadhan, fisik dan mental perlu dipersiapkan untuk menjalani puasa.

Persiapan ini berguna sebagai masa transisi agar jiwa dan raga tidak kaget dengan perubahan saat berpuasa.

Melansir Arab News, ahli nutrisi sekaligus pakar kebugaran dari Fit Squad DXB Dubai, Devinder Bains, membagikan kiat untuk melatih fisik agar siap menjalani ibadah puasa.

Baca juga: Mengenal 6 Metode Populer Intermittent Fasting yang Sedang Ngetren

Berikut beberapa cara menyiapkan tubuh untuk puasa:

1. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi

.Thinkstockphotos .
Seminggu sebelum Ramadan, pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi.

Bila perlu, minum air putih lebih banyak satu atau dua gelas dari biasanya. Tujuannya, untuk memastikan hidrasi tubuh berada di level optimal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan menjaga kebutuhan cairan terpenuhi tetap terjaga, diharapkan tubuh tidak mengalami dehidrasi.

Terlebih, jika puasa Ramadhan mulai memasuki awal musim kemarau.

Baca juga: Perlukah Minum Air Putih 8 Gelas Sehari?

2. Jangan makan berlebihan

Ilustrasi menyantap makanan bernutrisiSHUTTERSTOCK Ilustrasi menyantap makanan bernutrisi
Beberapa orang cenderung aji mumpung memanfaatkan momentum menjelang puasa untuk makan sepuasnya.

Hal itu keliru. Justru, Anda perlu mulai mengerem keinginan makan untuk berlatih mengendalikan hawa nafsu makan selama Ramadhan.

Jika Anda menuruti keinginan makan berlebihan menjelang puasa, tubuh kelak bisa terbiasa makan banyak.

Agar tak gampang lapar, coba pangkas kalori dengan mengganti makanan tinggi lemak dengan makanan tinggi protein yang sehat.

Baca juga: Sudah Makan tapi Kok Masih Suka Lapar?

3. Pangkas kafein secara bertahap

ilustrasi minum kopishutterstock ilustrasi minum kopi
Jika Anda terbiasa mengonsumsi kafein, coba kurangi asupan kopi atau teh secara bertahap.

Memangkas kafein secara tiba-tiba saat Ramadhan rentan membuat sakit kepala di awal puasa.

Untuk mengatasinya, coba kurangi porsi asupan kafein harian.

Misalkan dengan mengganti kopi biasanya dengan jenis decaf.

Jika Anda peminum teh atau minuman berkafein lainnya, kurangi porsinya dari dua kali sehari menjadi sekali sehari.

Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi?

4. Bangun lebih awal

IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi
Mulai atur alarm bangun tidur di pagi hari lebih awal dari jadwal biasanya.

Jika Anda terbiasa bangun pukul setengah enam atau pukul lima pagi, majukan secara bertahap setengah jam lebih awal setiap hari.

Cara ini bertujuan agar saat sahur puasa pola tidur Anda sudah terbentuk.

Penyesuaian jam bangun ini baiknya juga diimbangi dengan waktu berangkat tidur malam yang lebih awal.

Selain itu, agar pencernaan tidak kaget, setelah bangun tidur lebih awal Anda juga segera sarapan untuk latihan penyesuaian sahur saat puasa.

Baca juga: 5 Cara Menghilangkan Kebiasaan Ngemil Tak Sehat

5. Kurangi kebiasaan ngemil

Ilustrasi ngemilgpointstudio Ilustrasi ngemil
Puasa sebenarnya memangkas satu sesi jadwal makan di siang hari.

Bagi sebagian orang yang terbiasa makan tiga kali sehari ditambah ngemil dua kali sehari, kondisi ini bisa jadi cukup menantang.

Untuk persiapan, coba latih diri untuk mengurangi atau tidak mengonsumsi camilan menjelang puasa.

Terutama di sela-sela jam makan pagi dan siang, serta jam makan siang dan malam.

Dengan memangkas kebiasaan ngemil, tubuh bisa lebih niat menjalankan puasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Sumber Arab News
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nistagmus

Nistagmus

Penyakit
6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

Health
Tamponade Jantung

Tamponade Jantung

Penyakit
9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

Health
Intoleransi Laktosa

Intoleransi Laktosa

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

Health
Cacar Monyet

Cacar Monyet

Penyakit
 4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

Health
Buta Warna

Buta Warna

Penyakit
13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

Health
Cedera Tendon Achilles

Cedera Tendon Achilles

Penyakit
Henti Jantung Mendadak

Henti Jantung Mendadak

Penyakit
Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Epilepsi, Gejala, dan Penyebabnya

Health
Amaurosis Fugax

Amaurosis Fugax

Health
4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

4 Jenis Darah Rendah yang Bisa Terjadi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.