Kompas.com - 29/04/2020, 14:00 WIB

KOMPAS.com - Peristiwa traumatis memang tidak selalu meninggalkan luka fisik namun seringkali meninggalkan luka psikis dan emosional.

Luka tersebut bisa berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental anak bahkan hingga ia beranjak dewasa kelak.

Psikolog Kate Eshleman mengatakan, anak-anak seringkali tumbuh dengan peristiwa traumatis. Oleh karena itu, diperlukan bantuan orang dewasa untuk mengatasi hal ini.

"Orang dewasa bisa membantu anak untuk pulih dari trauma," ucap dia.

Baca juga: 3 Cara Agar Tak Menjadi Toxic Parents, Kaum Milenial Wajib Tahu

Memahami trauma masa kecil

Peristiwa traumatis - seperti pelecehan, menyaksikan kekerasan, atau bencana alam - memang selalu menakutkan.

Apalagi, anak-anak melihat dunia dengan cara yang berbeda dari orang dewasa. Itu sebabnya, apa yang dianggap biasa oleh orang dewasa bisa menjadi hal menakutkan bagi anak.

Peristiwa seperti intimidasi di sekolah, kematian anggota keluarga atau perceraian juga bisa membuat anak trauma.

"Orang tua harus sadar meskipun suatu peristiwa mungkin tidak tampak traumatis bagi mereka, itu mungkin traumatis bagi anak mereka," kata Eshleman.

Faktor yang meningkatkan trauma pada anak

Menurut Eshleman, ada banyak hal yang membuat seorang anak bisa mengalami trauma jangka panjang. Berikut faktor yang berperan:

1. Usia

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.