Kompas.com - 28/04/2020, 20:02 WIB
Ilustrasi tidur AnaBGDIlustrasi tidur

KOMPAS.com – Pola tidur pada usia remaja dan dewasa jelas berbeda dengan anak-anak.

Pada usia 13-28 tahun, terjadi perubahan-perubahan hormonal yang terjadi di masa pubertas.

Pada masa ini, remaja dan orang dewasa mengalami pergeseran irama sirkadian sehingga jam tidur pun bergeser.

Secara umum kebutuhan tidur orang dewasa muda berkisar 8,5-9,25 jam per hari.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, orang dewasa muda memiliki cara tersendiri dalam mengatur pola tidurnya.

Baca juga: 4 Efek Buruk Tidur setelah Santap Sahur

Tapi yang terjadi, pola tidur orang dewasa muda biasanya berubah-ubah alias tidak menentu.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Mengenal Berbagai Masalah Tidur pada Orang Dewasa
Berbagai persoalan mengenai pola tidur orang dewasa perlu diketahui untuk membentuk pola tidur yang aman bagi kesehatan.
Bagikan artikel ini melalui

Saat orang lain mulai mengantuk pada pukul 21.00 atau 22.00, orang dewasa muda justru bersemangat untuk bekerja, belajar, atau mencari hiburan.

Rasa kantuk baru menyerang sekitar tengah malam, yakni pada pukul 00.00-01.00. Bahkan ada yang tidak tidur hingga pagi hari.

Kebanyakan orang dewasa telah membentuk pola tidurnya

Praktisi Kesehatan Tidur, Dr. Andreas Prasdja, RPSGT dalam bukunya Ayo Bangun! (2009), menjelaskan di usia dewasa, kebanyakan orang telah membentuk pola tidurnya sendiri.

Pola tidur tersebut sangat terkait dengan aktivitas kerja, baik di tempat kerja atau d lapangan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

Health
Biang Keringat

Biang Keringat

Penyakit
Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Health
Mata Gatal

Mata Gatal

Penyakit
Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Health
Iritis

Iritis

Penyakit
6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Gusi

Abses Gusi

Penyakit
Cegah Covid-19, Ini Panduan IDAI Dalam Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Cegah Covid-19, Ini Panduan IDAI Dalam Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Health
Nyeri Rahang

Nyeri Rahang

Penyakit
3 Hal Ini Bisa Menjadi Penyebab Rosacea

3 Hal Ini Bisa Menjadi Penyebab Rosacea

Health
Sudah Ada Vaksin Covid-19, Haruskah Kita Mendapatkan Vaksin Flu?

Sudah Ada Vaksin Covid-19, Haruskah Kita Mendapatkan Vaksin Flu?

Health
5 Penyebab Tangan dan Kaki Gatal, Termasuk Bisa Jadi Gejala Diabetes

5 Penyebab Tangan dan Kaki Gatal, Termasuk Bisa Jadi Gejala Diabetes

Health
Keratitis

Keratitis

Penyakit
8 Cara Mengobati Gusi Bengkak pakai Obat dan Secara Alami

8 Cara Mengobati Gusi Bengkak pakai Obat dan Secara Alami

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.