Kompas.com - 30/04/2020, 04:00 WIB
Grafik/Ilustrasi Ramuan Jamu Kompas.comGrafik/Ilustrasi Ramuan Jamu

KOMPAS.com – Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisinal (B2P2TOOT) Balitbangkes Kemenkes memiliki program saintifikasi jamu.

Saintifikasi jamu adalah sebuah upaya dan proses pembuktian secara ilmiah jamu melalui penelitian berbasis pelayanan kesehatan.

Khasiat jamu jadi tidak hanya dibuktikan berdasarkan pengalaman turun-menurun, tapi juga secara keilmuan melalui penelitian.

Melalui penelitian tersebut, diharapkan muncul informasi penyediaan jamu yang memiliki khasiat nyata dan aman untuk dikonsumsi, baik untuk pengobatan mandiri oleh masyarakat maupun pada fasilitas layanan kesehatan.

Baca juga: Resep Jamu Tradisional untuk Atasi Hipertensi

Jaminan keamanan ramuan jamu

B2P2TOOT Tawangmangu, Karanganyar sendiri menyediakan ramuan jamu saintifik di Rumah Riset Jamu “Hortus Medicus”.

Ramuan jamu yang digunakan adalah racikan simplisa, serbuk dan juga ekstrak tanaman obat yang telah diteliti keamanan, mutu dan khasiatya melalui riset praklinik dan riset klinik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jaminan keamanan dan mutu dari jamu didukung dengan cara pembuatan simplisa yang baik, dimulai dari standarisasi benih atau bibit, budidaya, panen, pascapanen, serta analisis mutu di Laboratorium Terpadu B2P2TOOT.

Pemanfaatan ramuan jamu saintifik oleh masyarakat sebagai upaya preventif, promotif, dan kuratif dalam memelihara kesehatan diharapkan dapat mengurangi juga pengeluaran biaya kesehatan.

Berbagai ramuan jamu dan manfaatnya

Kepala B2P2TOOT Tawangmangu, Akhmad Saikhu, MSc. PH., menyampaikan B2P2TOOT telah meneliti banyak tanaman obat untuk dijadikan sebagai ramuan jamu bekhasiat.

Setidaknya hingga sekarang sudah ada 11 jenis ramuan jamu yang sudah terbukti secara ilmiah dapat mengatasi berbagai penyakit.

Baca juga: 6 Jenis Makanan Enak yang Patut Diwaspadai

Formula itu telah terbukti aman dan berkhasiat melalui uji klinik Randomized Conrol Trial (RCT).

Berikut ini daftar ramuan jamunya:

1. Ramuan jamu untuk radang sendi

Tanaman penyusun:

  • Biji adas
  • Daun kumis kucing
  • Herba rumput bolong
  • Rimpang temulawak, rimpang kunyit dan
  • Herba meniran

2. Ramuan jamu untuk wasir

Tanaman penyusun:

  • Daun ungu
  • Daun duduk
  • Daun iler
  • Rimpang temulawak
  • Rimpang kunyit
  • Herba meniran

Baca juga: 6 Jenis Tanaman Herbal untuk Cegah Infeksi Virus Corona

3. Ramuan jamu untuk gangguan fungsi hati

Tanaman penyusun:

  • Herba jombang
  • Rimpang temulawak
  • Rimpang kunyit

4. Ramuan jamu untuk penurun berat badan

Tanaman penyusun:

  • Daun jati belanda
  • Herba tempuyung
  • Daun kelembak
  • Daun kemuning

5. Ramuan jamu untuk batu salurah kemih

Tanaman penyusun:

  • Herba tempuyung
  • Daun kumis kucing
  • Daun kejibeling
  • Rimpang alang-alang
  • Rimpang kunyit
  • Rimpang temulawak
  • Herba meniran

6. Ramuan jamu untuk asam urat

TemulawakShutterstock Temulawak

Tanaman penyusun:

  • Herba tempuyung
  • Kayu secang
  • Daun kepel
  • Rimpang temulawak
  • Rimpang kunyit
  • Herba meniran

7. Ramuan jamu untuk tekanan darah tinggi

Tanaman penyusun:

  • Herba seledri
  • Herba pegagan
  • Daun kumis kucing
  • Rimpang temulawak
  • Rimpang kunyit
  • Herba meniran

8. Ramuan jamu untuk sakit mag atau gangguan lambung

Tanaman penyusun:

  • Daun sembung
  • Jinten hitam
  • Rimpang kunyit
  • Rimpang jahe

9. Ramuan jamu untuk kolesterol tinggi

Tanaman penyusun:

  • Daun jati cina
  • Daun jati belanda
  • Herba tempuyung
  • Hherba teh hijau
  • Rimpang temulawak
  • Rimpang kunyit
  • Herba meniran

10. Ramuan jamu untuk penurun kadar gula darah

Tanaman penyusun:

  • Daun salam
  • Herba sambiloto
  • Kayu manis
  • Rimpang temulawak

11. Ramuan jamu untuk kebugaran jasmani

Tanaman penyusun:

  • Rimpang temulawak
  • Rimpang kunyit
  • Herba meniran

Pemakaian berbagai jenis ramuan tersebut bisa dilakukan dengan cara merebus bahan kering masing-masing 10 gram dalam 400 ml atau dua gelas air selama 15 menit.

Setelah itu, ramuan dapat diminum 2 kali sehari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Gejala Kanker Ovarium, Wanita Perlu Waspada

7 Gejala Kanker Ovarium, Wanita Perlu Waspada

Health
Gangguan Stress Pascatrauma (PTSD)

Gangguan Stress Pascatrauma (PTSD)

Penyakit
5 Manfaat Sunat untuk Kesehatan Laki-laki

5 Manfaat Sunat untuk Kesehatan Laki-laki

Health
Eklampsia

Eklampsia

Penyakit
13 Cara Mengatasi Sakit Perut saat Haid Pakai Obat dan Secara Alami

13 Cara Mengatasi Sakit Perut saat Haid Pakai Obat dan Secara Alami

Health
Patah Tulang

Patah Tulang

Penyakit
10 Obat Eksim Alami yang Bisa Dijajal di Rumah

10 Obat Eksim Alami yang Bisa Dijajal di Rumah

Health
Regurgitasi Aorta

Regurgitasi Aorta

Penyakit
Mengenal Double Pneumonia, ketika Infeksi Menyerang Kedua Paru

Mengenal Double Pneumonia, ketika Infeksi Menyerang Kedua Paru

Health
Apakah Susu Efektif untuk Mencegah Osteoporosis?

Apakah Susu Efektif untuk Mencegah Osteoporosis?

Health
Gangguan Makan

Gangguan Makan

Penyakit
Cara Meredakan Sakit Akibat Gigi Bungsu Tumbuh

Cara Meredakan Sakit Akibat Gigi Bungsu Tumbuh

Health
5 Hal yang Bisa Membuat Gula Darah Melonjak

5 Hal yang Bisa Membuat Gula Darah Melonjak

Health
Iktiosis

Iktiosis

Penyakit
Kenali Pendarahan Implantasi, Tanda-tanda Awal Kehamilan

Kenali Pendarahan Implantasi, Tanda-tanda Awal Kehamilan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.