Kompas.com - 02/05/2020, 19:30 WIB
Ilustrasi sakit perut 5432actionIlustrasi sakit perut

KOMPAS.com - Pendarahan gastrointestinal atau pendarahan saluran pencernaan adalah masalah kesehatan serius di saluran pencernaan.

Melansir Healthline, pendarahan saluran pencernaan bisa terjadi di beberapa organ, di antaranya:

  • Kerongkongan
  • Lambung
  • Usus kecil
  • Usus besar atau kolon
  • Rektum
  • Anus

Baca juga: Bagaimana Pendarahan Lambung Bisa Sebabkan Kematian?

Pendarahan saluran pencernaan yang terjadi di kerongkongan, lambung, atau ujung usus kecil dikenal sebagai pendarahan saluran pencernaan atas.

Sedangkan pendarahan di usus kecil bagian bawah, usus besar, rektum, dan anus disebut pendarahan saluran pencernaan bawah.

Tingkat keparahan pendarahan juga bisa berbeda-beda, mulai skala kecil sampai yang berpotensi menyebabkan kematian.

Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai gejala, penyebab, dan diagnosis pendarahan saluran pencernaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Apa Artinya Lingkaran Setan GERD dan Anxiety?

Gejala pendarahan saluran pencernaan

Melansir Cleveland Clinic, gejala pendarahan saluran pencernaan bisa tampak jelas atau tidak kentara.

Tanda dan gejalanya sangat tergantung pada lokasi pendarahan dan tingkat keparahan penyakit.

Gejala pendarahan saluran pernapasan yang muncul secara fisik bisa berupa:

  • Muntah darah berwarna merah, cokelat gelap, atau mirip bubuk kopi
  • Tinja saat BAB berwarna hitam dan kering
  • Terlihat pendarahan di anus, biasanya bersama tinja

Baca juga: Bisakah Asam Lambung Naik (GERD) Sebabkan Serangan Jantung?

Sedangkan tanda pendarahan saluran pencernaan yang tidak kelihatan bisa berupa:

  • Sakit kepala
  • Sulit bernapas
  • Pingsan
  • Nyeri dada
  • Sakit perut

Jika pendarahan sudah parah, penderita pendarahan saluran pencernaan bisa mengalami syok. Tanda syok di antaranya:

  • Tekanan darah drop
  • Susah buang air kecil atau jarang bisa kencing
  • Detak jantung cepat
  • Tidak sadarkan diri

Jika terjadi gejala syok, ada baiknya orang sekitar penderita segera mencari pertolongan medis terdekat.

Saat sudah ada gejala muntah darah, tinja berwarna hitam saat BAB, atau BAB sering berdarah, baiknya penderita juga konsultasi ke dokter.

Baca juga: Kenali Gejala Pendarahan Lambung yang Bisa Berujung Kematian

Penyebab pendarahan saluran pencernaan

Penyebab pendarahan saluran pencernana bisa beragam, tergantung jenis lokasinya.

Pendarahan saluran pencernaan bagian atas bisa disebabkan:

  • Tukak lambung (Ulkus peptikum): luka yang timbul di lapisan lambung dan bagian atas usus kecil adalah penyebab pendarahan saluran cerna paling umum. Penyebabnya bisa dari bakteri atau efek samping obat yang membuat asam lambung naik dan merusak lambung.
  • Sindrom Mallory-Weiss: luka robek pada selaput lendir yang menghubungkan tenggorokan dengan lambung dapat memicu pendarahan. Kondisi ini jamak terjadi karena minum alkohol berlebihan.
  • Varises esofagus: pembesaran pada vena di esofagus ini kerap terjadi pada penderita penyakit hati yang sudah parah.
  • Peradangan esofagus: peradangan ini kerap disebabkan penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD).

Baca juga: 5 Cara Alami Mengatasi Asam Lambung Naik saat Puasa

Sedangkan pendarahan saluran pencernaan bagian bawah bisa disebabkan:

  • Penyakit divertikular: kondisi ini membuat kantong-kantong kecil yang menonjol di saluran pencernaan (diverticulosis) meradang atau terinfeksi kuman.
  • Penyakit radang usus: peradangan pada usus ini bisa menyebabkan luka di usus sampai dubur, penyakit Crohn, dan peradangan pada lapisan saluran pencernaan.
  • Tumor dan kanker: Tumor dan kanker pada kerongkongan, lambung, usus besar, atau dubur dapat melemahkan lapisan saluran pencernaan dan memicu pendarahan.
  • Polip usus besar: sel berupa gumpalan kecil yang terbentuk di lapisan luar usus dapat menyebabkan pendarahan.
  • Wasir: penyakit ini timbul saat terjadi bengkak di vena anus atau rektum bagian bawah.
  • Proktitis: peradangan pada lapisan dubur ini dapat menyebabkan perdarahan dubur.

Komplikasi perdarahan saluran pencernaan dapat menyebabkan syok, anemia, dan kematian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Penderita Diabetes Rawan Terkena Gangren?

Mengapa Penderita Diabetes Rawan Terkena Gangren?

Health
Iritabilitas

Iritabilitas

Penyakit
11 Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai

11 Gejala Diabetes yang Perlu Diwaspadai

Health
Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih

Penyakit
2 Cara Keliru dalam Membersihkan Telinga

2 Cara Keliru dalam Membersihkan Telinga

Health
Bulimia Nervosa

Bulimia Nervosa

Penyakit
3 Cara Aman Membersihkan Telinga

3 Cara Aman Membersihkan Telinga

Health
Aneurisma Aorta

Aneurisma Aorta

Penyakit
Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Mengenal Apa Itu Metode ERACS dan Manfaatnya Usai Persalinan

Health
Bisinosis

Bisinosis

Penyakit
Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Cara Mencegah dan Mengatasi Sakit Leher

Health
Penis Patah

Penis Patah

Penyakit
8 Cara Mengatasi Susah Kentut dengan Obat dan secara Alami

8 Cara Mengatasi Susah Kentut dengan Obat dan secara Alami

Health
Emfisema

Emfisema

Penyakit
3 Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Jangan Keliru Membedakannya

3 Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Jangan Keliru Membedakannya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.