Kompas.com - 22/05/2020, 20:00 WIB

KOMPAS.com - Bagi sebagian orang, tidur tanpa cahaya atau lampu bisa jadi hal menyeramkan.

Alhasil, mereka memilih tidur dengan cahaya terang agar merasa aman saat tidur. Padahal, tidur dengan lampu menyala bisa berbahaya bagi kesehatan.

Paparan cahaya selama tidur membuat otak sulit untuk mencapai tidur yang lebih dalam. Alhasil, kita tak bisa mendapatkan kualitas tidur yang baik di malam hari.

Padahal, tidur malam yang cukup dan berkualitas sangat penting bagi kesehatan kita.
Berikut manfaat tidur malam yang cukup dan berkualitas bagi tubuh kita:

  • memperbaiki otak dan tubuh
  • memungkinkan pemulihan otot
  • melawan penyakit dan kondisi kronis
  • meningkatkan suasana hati
  • membantu pertumbuhan.

Baca juga: Berbagai Hal yang membuat Kita Mengantuk Sepanjang Hari

Paparan cahaya sebelum tidur bisa menganggu produksi hormon melatonin yang merangsang rasa kantuk.

Gejala serangan jantung saat tidur, seperti nyeri dada dan muncul keringat dingin penting dikenali untuk dapat dikonsultasikan segera dengan dokter.

Saat produksi hormon melatonin berkurang, maka kita akan sulit untuk tidur dan mendapatkan kualitas tidur yang cukup.

Tidur malam yang kurang dan tidak berkualitas bisa membuat kita berisiko mengalami hal-hal berikut:

1. Depresi

Riset yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology membuktikan, paparan cahaya di malam hari bisa meningkatkan gejala depresi.

Hal ini terjadi karena paparan cahaya di malam hari bisa menganggu jam internal tubuh dan merusak sekresi melatonin yang berpotensi menimbulkan gangguan psikologis.

2. Obesitas

Riset yang diterbitkan dalam Journal of Obesity membuktikan, paparan cahaya bisa di malam hari bisa menambah berat badan.

Hal ini terjadi karena paparan cahaya tersebut menganggu jadwal dan kualitas tidur serta mengacaukan kebiasaan makan kita.

3. Menganggu kesehatan reproduksi

Paparan cahaya di malam hari juga bisa menganggu kesehatan organ reproduksi. Hal ini terbukti lewat riset yang diterbitkan dalam jurnal Epidemiologi.

Riset tersebut meneliti 71.077 wanita dan membuktikan bahwa wanita yang mendapatkan paparan cahaya berlebihan di malam hari mengalami gangguan siklus menstruasi.

Baca juga: Diklaim Bisa Atasi Covid-19, Hydroxychloroquine Punya Efek Samping Serius

4. Melemahkan daya tahan tubuh

Paparan cahaya bisa menganggu pola tidur kita. Padahal, pola tidur juga memegang peranan penting dalam menjaga sistem imunitas.

Tubuh melepaskan protein sitokin selama kita tertidur. Protein tersebut sangat diperlukan ketika kita sedang mengalami stres, infeksi atau peradangan.

Kurang tidur bisa mengganggu produksi protein sitokin yang menyebabkan antibodi dan sel untuk melawan infeksi turut berkurang.

Dengan kata lain, tidur yang cukup adalah kunci penting untuk melawan infeksi menular. Dalam jangka panjang, kurang tidur juga bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.