Kompas.com - 22/05/2020, 04:00 WIB
Ilustrasi daging sapi kobe hungryworksIlustrasi daging sapi kobe

KOMPAS.com – Orang dewasa dengan kondisi tubuh sehat yang memiliki tekanan darah lebih dari 120/80 mmHg dapat didiagnosis mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Angka 120 tersebut menunjukkan tingkat tekanan ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh atau biasa disebut tekanan sistolik.

Sedangkan, angka 80 berarti tekanan saat jantung beristirahat sejenak sebelum memompa lagi atau kerap disebut tekanan diastolik.

Baca juga: Berapa Tekanan Darah Normal pada Orang Dewasa?

Jika tidak terkontrol, hipertensi ini diketahui bisa menyebabkan terjadinya komplikasi serius.

Melansir laman Direktorat Jenderal (Ditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, semakin tinggi tekanan darah, kian tinggi risiko kerusakan pada jantung dan pembuluh darah pada organ besar, seperti otak dan ginjal.

Orang yang mengalami hipertensi pun bisa mengalami berbagai masalah kesehatan, seperti:

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

10 Mitos Soal Hipertensi yang Perlu Diwaspadai
Hipertensi bisa menyebabkan penyakit serius yang dapat memicu kematian. Maka dari itu, pahami mitor hipertensi yang patut diwaspadai.
Bagikan artikel ini melalui
  • Penyakit jantung
  • Stroke
  • Penyakit ginjal
  • Retinopati atau kerusakan retina
  • Penyakit pembuluh darah tepi
  • Gangguan saraf
  • Gangguan serebral atau otak

Maka dari itu, penting kiranya bagi siapa saja memahami dengan benar mengenai persoalan hipertensi.

Mitos seputar hipertensi

Dalam bukunya Hipertensi Bukan untuk Ditakuti (2014), Ahli gizi Yunita Indah Prasetyaningrum, S.Gz, membeberakan sejumlah mitos tentang hipertensi yang patut diwaspadai.

Baca juga: Berapa Tekanan Darah Normal pada Anak-anak dan Remaja?

Berikut ini klarifikasi dari beberapa mitos tentang hipertensi yang telah berkembang di masyarakat:

1. Penderita hipertensi tidak boleh mengonsumsi daging merah

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Memicu Penyakit?

Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Memicu Penyakit?

Health
Badan Lemas

Badan Lemas

Penyakit
Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Health
Pinggiran Lidah Bergelombang

Pinggiran Lidah Bergelombang

Penyakit
3 Cara Mengobati Kencing Batu

3 Cara Mengobati Kencing Batu

Health
Infeksi Parasit

Infeksi Parasit

Penyakit
Lidah Geografik

Lidah Geografik

Penyakit
Bibir Sobek

Bibir Sobek

Penyakit
Cedera Olahraga, Pentingnya “Sedia Payung Sebelum Hujan” Bagi Atlet

Cedera Olahraga, Pentingnya “Sedia Payung Sebelum Hujan” Bagi Atlet

Health
Kaki Panjang Sebelah

Kaki Panjang Sebelah

Penyakit
Kisah M. Habib Shaleh, 'Lahir Kembali' setelah Koma Cedera Olahraga

Kisah M. Habib Shaleh, "Lahir Kembali" setelah Koma Cedera Olahraga

Health
Gangguan Elektrolit

Gangguan Elektrolit

Penyakit
4 Teh Herbal yang Bisa Mengatasi Sembelit

4 Teh Herbal yang Bisa Mengatasi Sembelit

Health
Leher Kaku

Leher Kaku

Penyakit
5 Buah yang Mudah Dicerna

5 Buah yang Mudah Dicerna

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.