Kompas.com - 26/05/2020, 09:20 WIB
Ilustrasi saling memaafkan di momen lebaran Odua ImagesIlustrasi saling memaafkan di momen lebaran

KOMPAS.com - Setiap orang pasti pernah terluka orang tindakan atau kata-kata orang lain.

Kritikan rekan kerja yang menyinggung perasaan, pasangan yang berselingkuh, atau teman baik yang justru menikam kita dari belakang.

Ada banyak hal yang bisa menimbulkan sakit atau luka di hati. Tak jarang, luka-luka tersebut masih membekas kuat dalam ingatan sehingga menganggu kehidupan kita.

Bahkan, banyak orang menyimpan dendam karena luka-luka tersebut tak kunjung bisa dilupakan.

Nah, momen idul fitri adalah saat yang tepat untuk memaafkannya. Bukan sekadar tradisi atau basa-basi belaka, memaafkan juga memiliki manfaat untuk kesehatan jiwa dan raga kita.

Kita memang tak bisa mengontrol tindakan atau kata-kata orang lain agar tidak menyakiti hati kita.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Sayang Dilewatkan, Pahami Berbagai Manfaat Memaafkan untuk Kesehatan
Bukan sekadar tradisi atau basa-basi belaka, memaafkan juga memiliki manfaat untuk kesehatan jiwa dan raga.
Bagikan artikel ini melalui

Baca juga: Minum Kopi Picu Keinginan Buang Air Besar, Kok Bisa?

Namun, menyimpan hal-hal menyakitkan dalam hati terlalu lama berada dalam kendali kita.

Berlarut-larut dalam sakit hati dan luka batin hanya akan merugikan diri kita.

Manfaat memaafkan

Memaafkan bukan berarti kita melupakan tindakan orang yang telah menyakiti hati dan perasaan kita.

Inti dari memaafkan adalah melepaskan dendam dan kepahitan yang bisa meningkatkan kesehatan fisik dan mental kita.

Menurut data Mayo Clinic, memaafkan bisa membawa kedamaian yang mempermudah kita dalam menjalani kehidupan.

Memaafkan juga membuat kita bisa merasakan manfaat berikut:

  • memiliki hubungan yang lebih sehat
  • kesehatan mental meningkat
  • tingkat cemas dan stres berkurang
  • menurunkan tekanan darah
  • meringankan gejala depresi
  • meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  • meningkatkan kesehatan jantung.

Melansir data Johns Hopkins Medicine, riset membuktikan tindakan memaafkan dapat menurunkan risiko serangan jantung, meningkatkan kadar kolesterol dan kualitas tidur, mengurangi rasa sakit, menyeimbangkan tekanan darah.

Memaafkan juga membantu menurunkan tingkat kecemasan, depresi, dan stres.

Efek menyimpan sakit hati

Disakiti oleh seseorang, terutama orang yang kita cintai atau percaya, bisa menimbulkan amarah, kesedihan, kecewa, dan kebingungan.

Ketika kita memikirkan hal itu terus-menerus, diri kita bisa dipenuhi oleh dendam, kebencian dan amarah.

Menurut psikolog klini Karen Swartz, menyimpan dendam hanya menimbulkan bebas fisik yang besar.

Selain itu, amarah yang kita pendam karena sakit hati, luka atau rasa kecewa juga membuat tubuh berada dalam respon "fight or flight" yang bisa meningkatkan detak jantung, tekanan darah serta menurunkan respon imun.

Hal itu menyebabkan kita berisiko mengalami depresi, penyakit jantung dan diabetes.

"Dengan memaafkan, tingkat stres menurun yang membuat kesehatan fisik dan mental meningkat," tambah Swartz.

Baca juga: Kabar Baik, Olahraga Bantu Kulit Sehat dan Glowing

Selain itu, menyimpan luka atau sakit hati terlalu lama bisa membuat kita mengalami hal-hal berikut:

  • membawa amarah dan kecewa ke dalam setiap hubungan dan pengalaman baru
  • terlalu larut dalam masa lalu sehingga tidak dapat menikmati saat ini
  • depresi atau cemas
  • merasa hidup tidak memiliki makna atau tujuan.

Cara memaafkan

Bagi sebagian orang, memaafkan bukan hal yang mudah. Memaafkan memang membutuhkan komitmen dan proses yang berbeda bagi tiap individu.

Namun, bukan berarti kita tidak bisa melakukannya. Berikut tips agar bisa memaafkan:

  • pahami manfaat memaafkan bagi kehidupan
  • identifikasi apa yang perlu disembuhkan dan siapa yang perlu kita maafkan serta apa tujuan kita memaadkannya
  • bergabung dengan kelompok pendukung atau meminta bantuan psikolog
  • akui emosi negatif yang terjadi akibat sakit hati dan pahami bagaimana emosi tersebut mempengaruhi perilaku kita, lalu berusahalah untuk melepaskannya
  • lepaskan pikiran bahwa Anda adalah "korban" dan cobalah berpikir mengapa orang tersebut menyakiti atau mengecewakan Anda.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berapa Batas Konsumsi Gula Per Hari untuk Penderita Diabetes?

Berapa Batas Konsumsi Gula Per Hari untuk Penderita Diabetes?

Health
Penurunan Kesadaran

Penurunan Kesadaran

Penyakit
Memahami Penyebab Tekanan Darah Rendah

Memahami Penyebab Tekanan Darah Rendah

Health
Kulit Kepala Perih

Kulit Kepala Perih

Penyakit
Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Health
Flu Hong Kong

Flu Hong Kong

Penyakit
Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Health
Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.