Kompas.com - 28/05/2020, 06:06 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Bangun tidur disertai dada bagian tengah sakit bisa jadi kondisi yang bikin waswas.

Melansir Healthline, nyeri atau sakit di bagian tengah dada bisa jadi tanda masalah kesehatan. 

Apabila sakit berlangsung dalam hitungan menit, Anda tak perlu khawatir berlebihan.

Namun, jika rasa nyeri dada berlangsung lama atau lebih dari beberapa menit, Anda perlu segera mendapatkan pertolongan medis.

Baca juga: 5 Penyebab Telapak Kaki Sakit Saat Bangun Tidur pada Pagi Hari

Jangan cuma mengandalkan diagnosis mandiri karena penyebab dada bagian tengah sakit sakit bangun tidur bisa karena stres, gangguan pencernaan, jantung, sampai pernapasan.

Melansir Medical News Today, berikut penyebab kenapa saat bangun tidur dada bagian tengah terasa sakit:

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

11 Penyebab Dada Bagian Tengah Sakit Saat Bangun Tidur
Bangun tidur, dada bagian tengah sakit bisa jadi kondisi yang mengkhawatirkan. Kenali berbagai penyebab nyeri dada saat bangun tidur.
Bagikan artikel ini melalui

1. Angina

Kegemukan dan risiko serangan jantungJPC-PROD Kegemukan dan risiko serangan jantung
Nyeri dada di bagian tengah atau kiri bisa jadi ciri-ciri penyakit jantung. Angina, salah satunya. Angina bukanlah penyakit, tapi gejala penyakit jantung koroner.

Kondisi ini terjadi saat dada terasa sakit atau tak nyaman karena kurang pasokan darah yang kaya oksigen.

Angina menyebabkan rasa sesak, tertekan, atau berat di dada. Gejala tak nyaman ini bisa merembet ke leher, rahang, lengan, bahu, dan punggung.

Baca juga: Hati-hati, Ini 11 Tanda Penyakit Jantung yang Kerap Diabaikan

2. Peradangan jantung

Ilustrasi penyakit jantung koroner atau arteri koroner. Ilustrasi penyakit jantung koroner atau arteri koroner.
Peradangan adalah respons alami sistem daya tahan tubuh saat terserang penyakit, cedera, atau infeksi. Jenis peradangan jantung di antaranya:

  • Perikarditis: peradangan di membran pelindung jantung
  • Miokarditis: peradangan di otot jantung
  • Endokarditis: peradangan di lapian dalam bilik dan katup jantung

Gejala peradangan jantung bisa bervariasi. Beberapa orang mengalami:

Sakit yang terasa menusuk bagian dada
Detak jantung tidak normal
Susah bernapas atau sesak napas
Demam atau kedinginan
Batuk terus-menerus, terkadang mengandung darah
Nyeri otot atau sendi
Tungkai atau kaki bengkak

Baca juga: Jenis dan Ciri-ciri Penyakit Jantung

3. Serangan jantung

Ilustrasi serangan jantung di usia mudaShutterstock.com Ilustrasi serangan jantung di usia muda
Serangan jantung terjadi saat otot jantung cedera atau mati karena tidak mendapatkan darah kaya oksigen.

Kondisi ini bisa terjadi ketika pembuluh darah arteri koroner di jantung tersumbat atau pecah. Beberapa gejala serangan jantung meliputi:

  • Dada sakit atau tidak nyaman yang merembet ke leher, lengan, punggung, bahu, atau perut bagian atas
  • Sesak napas
  • Keluar keringan dingin
  • Kelelahan mendadak
  • Mual
  • Pusing

Menurut American Heart Association, beberapa pria dan wanita kerap mengalami nyeri dada sebagai gejala serangan jantung.

Namun, wanita kadang tidak merasakan sakit dada atau nyeri dada. Kaum Hawa cenderung mengalami gejala sesak napas dan sakit di punggung atau rahang.

Baca juga: 7 Beda Penyakit Jantung pada Wanita dan Pria

4. Infeksi paru-paru

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
Dada sakit adalah gejala umum masalah pada saluran pernapasan, salah satunya infeksi paru-paru.

Berbeda dari nyeri dada pada penyakit jantung, sakit di bagian dada kerap terasa menusuk sampai panas ketika batuk dan bernapas.

Infeksi virus dan bakteri dapat menyebabkan peradangan di saluran udara dan kantung udara paru-paru.

Selain nyeri dada, infeksi paru-paru juga menyebabkan:

  • Sulit bernapas
  • Sesak napas
  • Batuk dengan lendir kuning, hijau, atau berdarah
  • Demam
  • Meriang
  • Kelelahan

Baca juga: Tenggorokan Kering saat Bangun Tidur, Bisa Jadi ini Penyebabnya

5. Bronkospasme

Ilustrasi paru-parushutterstock Ilustrasi paru-paru
Bronkospasme terjadi ketika otot di saluran pernapasan mengerut, mengencang, dan mempersempit saluran udara pernapasan.

Kondisi ini menyebabkan rasa sakit atau sesak di dada, kesulitan bernapas, dan kelelahan mendadak.

Bronkospasme dapat timbul karena masalah pernapasan seperti asma, gangguan paru obstruktif kronik (PPOK), dan bronkitis kronis.

Baca juga: 6 Penyebab Mata Bengkak saat Bangun Tidur

6. Hipertensi paru-paru

Ilustrasi paru-paruyodiyim Ilustrasi paru-paru
Hipertensi paru-paru mengacu pada masalah tekanan darah tinggi yang menyerang arteri paru-paru.

Gejala hipertensi paru-paru meliputi:

  • Nyeri dada
  • Detak jantung yang cepat
  • Sesak napas
  • Kelelahan
  • Kehilangan selera makan

7. Emboli paru

Ilustrasi CT scan dada (paru-paru) tunjukkan pneumonia, virus corona penyebab Covid-19. Ilustrasi CT scan dada (paru-paru) tunjukkan pneumonia, virus corona penyebab Covid-19.
Emboli paru adalah kondisi parah yang terjadi saat gumpalan darah terbentuk di arteri salah satu paru-paru.

Kondisi yang mengancam jiwa ini dapat menyebabkan jaringan paru-paru mati karena minim darah kaya oksigen.

Emboli paru dapat menyebabka sakit di bagian dada atau punggung di bagian atas.

Gejala lainnya termasuk kaki bengkak atau sakit, susah bernapas, atau batuk darah.

Baca juga: Bangun Tidur Kok Kepala Malah Jadi Pusing?

8. Pneumotoraks

ilustrasi pneumotoraksshutterstock/decade3d ilustrasi pneumotoraks
Pneumotoraks dikenal sebagai paru-paru kolaps. Kondisi ini bisa terjadi saat udara di ruang antara paru-paru dan dinding dada menekan paru-paru.

Udara ini mencegah paru-paru mengembang dan akhirnya membuat paru-paru kolaps sebagian atau seluruhnya.

Beberapa orang mengalami dada bagian tengah sakit saat bangun tidur. Sebagian orang merasakan nyerinya hanya di sebelah dada.

Baca juga: Pneumotoraks: Gejala dan Penyebab

9. Heartburn

ilustrasi sakit perut, kanker perut, maag, gerdShutterstock/PopTika ilustrasi sakit perut, kanker perut, maag, gerd
Penyebab bangun tidur dada bagian tengah sakit juga bisa karena masalah pencernaan, salah satunya heartburn.

Heartburn bisa timbul karena penyakit asam lambung naik dari perut ke kerongkongan atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

GERD dapat menyebabkan rasa terbakar atau sakit di dada bagian tengah.

Tidak seperti nyeri dada pada jantung dan pernapasan, nyeri di ulu hati biasanya tetap dan tidak menyebar ke area tubuh lainnya.

Orang yang mengalami heartburn juga bisa merasakan gejala asam lambung naik sampai ke mulut, kesulitan menelan, dan bau napas tak sedap.

Baca juga: Apa Artinya Lingkaran Setan GERD dan Anxiety?

10. Ulkus peptikum

Ilustrasi lambung terasa penuhShutterstock Ilustrasi lambung terasa penuh
Ulkus peptikum adalah luka terbuka pada lapisan lambung atau usus kecil.

Kondisi ini dapat menyebabkan perut terasa panas dan sakit yang meluas sampai ke dada.

Selain nyeri dada, ulkus peptikum kerap disertai gejala lain seperti:

  • Mual dan muntah
  • Bersendawa
  • Kembung
  • Kotoran BAB berwarna gelap dan berdarah
  • Kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan tanpa sebab

Baca juga: Cara Menghilangkan Lendir di Tenggorokan akibat Asam Lambung

11. Penyebab lainnya

Ilustrasi. Ilustrasi.
Penyebab bangun tidur dada bagian tengah sakit juga bisa disebabkan:

  • Costochondritis: Peradangan tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk ke tulang dada.
  • Serangan panik: Timbulnya rasa takut yang mendadak disertai dengan nyeri dada, detak jantung berdetak, dan pusing.
  • Cedera: Potensi cedera dapat termasuk memar, patah, atau patah tulang rusuk.

Ada berbagai cara untuk mendiagnosis penyebab dada sakit saat bangun tidur.

Dokter umumnya akan bertanya tentang riwayat medis pasien dan melakukan pemeriksaan fisik.

Jika dokter mencurigai penyebab bangun tidur dada bagian tengah sakit terkait jantung atau sistem pernapasan, mereka akan melakukan tes darah sampai pencitraan.

Apabila dokter menduga penyebabnya terkait dengan pencernaan, ahli gastroenterologi dapat melakukan tes tambahan, seperti endoskopi saluran cerna bagian atas.

 


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kaki Bengkak

Kaki Bengkak

Penyakit
7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Perut Terasa Panas

Perut Terasa Panas

Penyakit
Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Apa Penyebab Terjadinya Tumor Otak?

Health
Infeksi Bakteri

Infeksi Bakteri

Penyakit
15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

15 Vitamin dan Mineral untuk Mengurangi Risiko Depresi

Health
Kulit Mengelupas

Kulit Mengelupas

Penyakit
3 Asam Amino Esensial yang Paling Berperan untuk Pertumbuhan Otot

3 Asam Amino Esensial yang Paling Berperan untuk Pertumbuhan Otot

Health
Lidah Terasa Asam

Lidah Terasa Asam

Penyakit
Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Health
Payudara Bengkak

Payudara Bengkak

Penyakit
7 Manfaat Nangka untuk Kesehatan

7 Manfaat Nangka untuk Kesehatan

Health
Punggung Panas

Punggung Panas

Penyakit
Tips Jalani Kehamilan Sehat untuk Penderita PCOS

Tips Jalani Kehamilan Sehat untuk Penderita PCOS

Health
Gangguan Penyimpanan Lisosom

Gangguan Penyimpanan Lisosom

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.