Kompas.com - 02/06/2020, 10:10 WIB

Dalam kasus yang parah, kekurangan oksigen ini bisa mengganggu fungsi jantung dan otak.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Masker serta Face Shield untuk Cegah Corona

Gejala hipoksia

Penderita hipoksia bisa merasakan beragam gejala saat jaringan tubuhnya kekurangan oksigen. Beberapa gejala hipoksia yang umum di antaranya:

  • Kulit jadi kebiruan atau kemerahan
  • Bingung
  • Batuk-batuk
  • Detak jantung jadi cepat atau melambat
  • Napas cepat
  • Sesak napas
  • Berkeringat

Baca juga: Bisakah AC Jadi Sarana Penularan Virus Corona?

Penyebab hipoksia

Serangan asma yang parah dapat menyebabkan hipoksia pada orang dewasa dan anak-anak.

Selama serangan asma, saluran udara jadi menyempit. Sehingga, udara jadi sulit masuk sampai ke paru-paru.

Refleks batuk untuk membersihkan paru-paru dalam kondisi kekurangan oksigen justru membuat tubuh semakin boros oksigen.

Kondisi kekurangan oksigen ditambah batuk acapkali memperburuk gejala hipoksia.

Baca juga: Olahraga Pakai Masker untuk Cegah Virus Corona, Amankah?

Selain asma, penyebab hipoksia lainnya antara lain:

  • Penyakit paru-paru seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), emfisema, bronkitis, pneumonia, dan edema paru (terdapat cairan di paru-paru)
  • Efek samping penggunaan obat keras dan obat yang bisa menahan pernapasan
  • Penyakit jantung
  • Anemia
  • Keracunan sianida

Baca juga: Apa Itu Ventilator?

Cara mengatasi hipoksia

Saat jaringan tubuh kekurangan oksigen, Anda harus segera mendapatkan bantuan medis ke rumah sakit.

Di rumah sakit, penderita hipoksia akan diberi oksigen tambahan. Bagi kebanyakan penderita, tambahan oksigen ini cukup untuk mengembalikan kadar oksigen ke level normal.

Obat inhaler atau asma yang disemprotkan ke mulut juga dapat membantu pernapasan jadi lebih mudah.

Jika sesak napas tak kunjung reda, dokter biasanya memberikan obat melalui vena di lengan.

Obat yang diberikan bisa berupa obat untuk mengecilkan peradangan di paru atau antibiotik untuk mengobati infeksi.

Ketika beragam tindakan darurat tidak mengatasi hipoksia, dokter umumnya memasangkan mesin ventilator untuk pasiennya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.