Kompas.com - 13/06/2020, 14:00 WIB
Ilustrasi kopi. shutterstock.com/alpha7dIlustrasi kopi.

KOMPAS.com - Kafein adalah stimulan alami yang bisa kita temukan dalam minuman seperti kopi dan teh.

Zat tersebut juga kerap ditambahkan dalam minuman berenergi dan soda.

Kafein bisa meningkatkan zat kimia di otak yang memicu peningkatan suasana hati, mengatasi kelelahan, dan meningkatkan fokus.

Oleh karena itu, banyak orang mengonsumsi minuman berkafein agar kembali berenergi usai seharian penuh disibukan oleh pekerjaan.

Namun, seiring berjalannya waktu efek kafein ini tak lagi bisa dirasakan oleh orang yang kerap mengonsumsinya.

Mereka menjadi toleran atau kurang responsif terhadap efek kafein yang dikenal dengan istilah intoleransi kafein.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Mengenal Toleransi Kafein dan Cara Mengatasinya
Seiring berjalannya waktu efek kafein ini tak lagi bisa dirasakan oleh orang yang kerap mengonsumsinya. Mengapa demikian?
Bagikan artikel ini melalui

Baca juga: Sering Berpikir Negatif Tingkatkan Risiko Demensia, Kok Bisa?

Efek kafein dalam tubuh

Kafein bekerja dengan memblokir reseptor adenosin di otak, yang berperan dalam tidur, gairah, dan kognisi.

Jika reseptor adenosin saling berikatan, hal ini akan menghambat pelepasan bahan kimia otak yang meningkatkan gairah dan meningkatkan kesadaran.

Dengan menghalangi reseptor adenosin agar tak saling berikatan, terjadilah peningkatkan pelepasan bahan kimia otak yang meningkatkan gairah dan kesadaran.

Alhasil, rasa lelah pun berkurang dan kewaspadaan meningkat. riset menunjukkan dosis kafein yang tinggi dapat memblokir reseptor adenosin hingga 50 persen.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benarkah Air Mani Dapat Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit?

Benarkah Air Mani Dapat Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit?

Health
Abses Gigi

Abses Gigi

Penyakit
8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

Health
Listeriosis

Listeriosis

Penyakit
Jangan Sepelekan, Ini Pentingnya Vaksinasi untuk Kesehatan Paru-paru

Jangan Sepelekan, Ini Pentingnya Vaksinasi untuk Kesehatan Paru-paru

Health
Purpura Trombositopenia Idiopatik

Purpura Trombositopenia Idiopatik

Penyakit
4 Cara Mengatasi Pendarahan Otak

4 Cara Mengatasi Pendarahan Otak

Health
10 Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Cacar secara Alami dan Medis

10 Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Cacar secara Alami dan Medis

Health
Konstipasi

Konstipasi

Penyakit
Pendarahan Otak, Apa Bisa Sembuh?

Pendarahan Otak, Apa Bisa Sembuh?

Health
Hookworm Infection

Hookworm Infection

Penyakit
Kenali Apa itu Rosacea, Ciri-ciri, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Rosacea, Ciri-ciri, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Faringitis

Faringitis

Penyakit
7 Gejala Awal Kanker Mulut yang Harus Diwaspadai

7 Gejala Awal Kanker Mulut yang Harus Diwaspadai

Health
Sakit Perut

Sakit Perut

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.