Sering Berpikir Negatif Tingkatkan Risiko Demensia, Kok Bisa?

Kompas.com - 12/06/2020, 10:00 WIB
. SHUTTERSTOCK.

KOMPAS.com - Orangtua biasanya menasihati kita untuk selalu berpikir positif dan menghilangkan pikiran-pikiran negatif yang menghampiri diri kita.

Rupanya, nasihat tersebut bukan hanya bualan belaka. Riset membuktikan sering berpikir negatif bisa meningkatkan risiko demensia.

Riset tersebut dilakukan oleh para ilmuwan dari University College London (UCL).

Riset dipimpin oleh pakar psikiatri Natalie Marchant dan membuktikan bahwa pemikiran negatif yang berulang bisa meningkatkan produksi protein berbahaya yang terkai dengan penyakit Alzheimer.

Baca juga: Bermasalah dengan Jerawat, Begini Cara Mengatasinya

Alzheimer merupakan jenis demensia yang paling umum terjadi. Riset dilakukan dengan meneliti 292 orang berusia di atas 55 tahun selama dua tahun lamanya.

Dalam riset tersebut, peserta diminta untuk mengisi kuesioner untuk mengetahui pengalaman negatif, tingkat depresi dan gejala kecemasan yang dialami.

Fungsi kognitif peserta diukur dari kemampuan mereka berkonsentrasi serta kognisi spasial dan bahasa.

Peneliti juga melakukan pemindaian otak untuk mengukur endapan dua jenis protein di otak, yakni tau dan amiloid.

Dua jenis protein tersebut terkait dengan penyakit alzheimer.

Data menunjukkan bahwa peserta yang paling sering mengalami pemikiran negatif juga berisiko mengalami penurunan lebih tinggi.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X