Kompas.com - 18/07/2020, 16:33 WIB
Ilustrasi diabetes ThinkstockIlustrasi diabetes

KOMPAS.com - Penderita diabetes seringkali merasakan sakit kepala karena adanya ketidakseimbangan gula darah dalam tubuh mereka.

Sakit kepala memang bisa mengindikasikan tingginya kadar gula dalam darah, yang dalam dunia medis dikenal dengan istiah hiperglikemia.

Selain itu, sakit kepala pada penderita diabetes juga bisa terjadi karena gula darah yang terlalu rendah atau hipoglikemia.

Semakin tinggi fluktuasi kadar glukosa, semakin besar kemungkinan seseorang mengalami sakit kepala.

Baca juga: Kini Diklaim Bantu Sembuhkan Pasien Covid-19, Ini 4 Manfaat Ikan Gabus

Fluktuasi atau perubahan kadar glukosa ini biasanya disebabkan karena adanya perubahan kadar hormon, seperti epinefrin dan norepinefrin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hormon-hormon ini bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan rasa sakit di kepala.

Hipoglikemia

Seseorang bisa dikatakan mengalami hipoglikemia jika kadar gula dalam darah lebih rendah dari 70 miligram per desiliter.

Kondisi tersebut bisa menyebabkan masalah serius karena sel tubuh membutuhkan glukosa sebagai energi.

Selain sakit kepala, hipoglikemia bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan berikut:

  • kegelisahan
  • penglihatan kabur
  • kebingungan
  • rasa lapar ekstrim
  • mudah marah
  • mual
  • jantung berdetak kencang
  • kejang.

Hipoglikemia bisa terjadi pada penderita diabetes yang terlalu banyak menggunakan insulin atau kurang mengonsumsi cukup karbohidrat.

Oleh karena itu, penderita diabetes harus mengelola kadar glukosa dengan sebaik mungkin dan segera mengatasi gejala hipoglikemia yang muncul.

Cara ini dapat membantu mencegah sakit kepala dan kompilasi yang lebih serius.

Mengatasi sakit kepala karena hipoglikemia

Langkah pertama untuk mengobati sakit kepala karena hipoglikemia adalah memastikan rasa sakit itu terjadi karena glukosa darah rendah.

Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan glukosa darah untuk menentukan kondisi pasti.

Melakukan pemeriksaan glukosa darah sangat penting bagi penderita diabetes yang sering mengalami sakit kepala kepala di pagi hari, karena dapat menjadi tanda hipoglikemia nokturnal atau gula darah rendah di malam hari.

Ahli dari American Diabetes Association merekomendasikan agar orang dengan gula darah rendah mengonsumsi 15 gram karbohidrat sederhana atau glukosa 15 menit sebelum melakukan pemeriksaan gula darah.

Setelah gula darah kembali ke kisaran target, sakit kepala akan berkurang.

Baca juga: Kapan Waktu Sarapan yang Baik?

Hiperglikemia

Hiperglikemia bisa terjadi karena kadar glukosa terlalu tinggi. Penderita diabetes tipe 1 biasanya mengalami lonjakan gula darah karena kurangnya produksi hormon insulin.

Sementara itu, lonjakan gula darah pada penderita diabetes tipe 2 terjadi karena tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan benar.

Gejala yang dirasakan orang yang mengalami hiperglikemia bisa berupa berikut ini:

  • sakit kepala
  • penglihatan kabur
  • kebingungan
  • dehidrasi
  • haus yang berlebihan
  • kelelahan
  • kelaparan
  • sering buang air kecil
  • penyembuhan luka yang lambat.

Hiperglikemia merupakan kondisi serius yang membutuhkan penanganan cepat karena kadar glukosa yang tinggi bisa merusak pembuluh darah dan saraf.

Tanpa perawatan yang tepat, hiperglikemia bisa membuat tubuh kebal terhadap efek insulin, hormon yang memungkinkan sel menyerap glukosa.

Mengatasi sakit kepala karena hiperglikemia

Olahraga dapat membantu meredakan sakit kepala akibat kadar glukosa darah tinggi.

Orang yang memiliki kadar gula darah terlalu tinggi tidak disarankan untuk melakukan aktivitas fisik.

Pasalnya, olahraga bisa meningkatkan kadar gula darah. Sakit kepala karena hiperglikemia juga bisa diatasi dengan mempertahankan berat badan yang sehat, melakukan diet seimbang, dan minum obat yang tepat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sakit Lutut
Sakit Lutut
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengi

Mengi

Penyakit
Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Health
Alkalosis

Alkalosis

Penyakit
Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Health
Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Health
Fisura Ani

Fisura Ani

Penyakit
Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.