Kompas.com - 02/08/2020, 09:04 WIB
Ilustrasi daging kambing mentah. Cara menghilangkan bau prengus daging kambing dengan dilumuri air jeruk. SHUTTERSTOCK/VIS FINE ARTIlustrasi daging kambing mentah. Cara menghilangkan bau prengus daging kambing dengan dilumuri air jeruk.

KOMPAS.com - Daging kambing menjadi salah satu sumber protein hewani yang disukai banyak orang.

Meski digadang-gadang bisa memicu kolesterol, daging kambing ternyata memiliki banyak manfaat kesehatan.

Melansir laman Live Strong, daging kambing ternyata memiliki kandungan lemak dan kolesterol yang rendah daripada daging sapi.

Dalam 100 gram daging kambing mengandung sekitar 109 kalori dan 20,6 gram protein. Sementara itu, kandungan lemaknya hanya mencaai dua gram saja.

Daging kambing juga rendah kolesterol dan tidak mengandung karbohidrat.

Baca juga: 4 Cara Mudah Atasi Kadar Kolesterol Tinggi

Nutrisi daging kambing

Dibandingkan jenis daging merah lainnya, daging kambing mengandung lemak dan kolesterol yang lebih rendah.

Daging kambing juga mengandung zat besi bermanfaat dan potassium penstabil jantung dalam jumlah besar.

Kadar natrium dalam daging kambing juga tergolong rendah sehingga bermanfaat bagi penderita gangguan tekanan darah.

Sayangnya, dalam penelitian yang diterbitkan di Journal of Food Protection 2015 membuktikan daging kambing mengandung sejumlah patogen berbahaya bagi kesehatan.

Itu sebabnya, diperlukan proses pengolahan yang tepat untuk meminimalisir risiko kesehatan saat mengonsumsi daging kambing.

Manfaat daging kambing

Dengan teknik pengolahan yang tepat daging kambing akan membrikan sejumlah manfaat kesehatan berikut:

1. Mencegah kanker

Daging kambing mengandung CLA (Conjugated Linoleic Acid) atau asam lemak yang dikenal mampu mencegah kanker dan meminimalisir risiko peradangan.

Selain itu, kandungan selenium dan klorin dalam daging kambing juga membantu kita untuk meminimalisir risiko terkena penyakit kronis ini.

2. Anti inflamasi

Daging kambing mengandung zat anti-inflamasi. Oleh karena itu, mengonsumsinya bisa menghambat peradangan di pembuluh darah dan menstabilkan detak jantung.

3. Membakar lemak

Daging kambing kaya akan vitamin B yang membantu tubuh membakar lemak.

Selain itu, daging kambing juga rendah lemak jenuh dan tinggi protein sehingga cocok dikonsumsi saat diet.

4. Mencegah anemia

Mengonsumsi daging kambing membantu mencegah anemia, khususnya untuk ibu hamil dan wanita menstruasi.

Daging kambing juga membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mencegah bayi cacat lahir.

Baca juga: Stres Bisa Memicu Rambut Rontok, Begini Cara Mengatasinya

5. Meningkatkan kesehatan mental

Kandungan vitamin B12 dalam daging kambing membantu meredakan stres dan depresi.

6. Mencegah stroke dan gangguan ginjal

Daging kambing juga tinggi asam lemak Omega 3 namun rendah kalium dan natrium.

Itu sebabnya, mengonsumsi daging kambing membantu mencegah penyakit ginjal dan stroke.

7. Menjaga kesehatan tulang

Daging kambing mengandung kadar kalsium yang tinggi yang membantu mendukung pertumbuhan tulang.

Efek samping

Meski demikian, mitos mengenai daging kambing sebagai penyebab kolesterol dan tekanan darah memang ada benarnya juga.

Namun, hal itu hanya terjadi jika dikonsumsi berlebihan. Tak masalah jika kita mengonsumsi daging kambing karena manfaatnya yang tingi.

Tapi, kita harus mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar agar efek samping tersebut tidak terjadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Penyakit Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik

Penyakit
3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

3 Cara Mengatasi Bayi Sungsang secara Alami dan Medis

Health
Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Pahami 5 Gejala Awal Kanker Usus

Health
6 Gejala Asam Urat di Lutut

6 Gejala Asam Urat di Lutut

Health
Karsinoma Sel Skuamosa

Karsinoma Sel Skuamosa

Penyakit
10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

10 Penyebab Sakit Perut Bagian Atas

Health
Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.