Kompas.com - 08/08/2020, 07:37 WIB

Ketahanan ASI perah

ASI yang baru diperah memiliki ketahanan yang berbeda-beda, tergantung metode penyimpanannya.

  • ASI bertahan empat jam di suhu ruangan
  • ASI bertahan empat hari di lemari es
  • ASI bertahan enam sampai 12 bulan di freezer

Untuk menandai ketahanan ASI, selepas memerah pastikan ibu menyusui memberikan label di setiap kemasan atau wadah ASI perah.

Setelah ASI diperah, pastikan ibu menyusui memasukkannya ke dalam wadah dan menutup dengan rapat untuk mencegah kontaminasi bakteri.

Baca juga: Warna ASI: Perubahan dan Artinya

Cara menyimpan ASI yang benar

Terdapat beberapa cara menyimpan ASI yang benar agar bisa tetap aman digunakan sesuai ketahanan yang direkomendasikan, antara lain:

  1. Simpan ASI di bagian lemari pendingin yang suhunya stabil. Cara menyimpan ASI di kulkas, pilih area belakang. Jangan simpan ASI di dekat pintu lemari es atau freezer.
  2. Jika orangtua tidak berniat menggunakan ASI yang baru diperah dalam empat hari, baiknya segera bekukan ASI. Hal ini bisa membantu melindungi kualitas ASI.
  3. Bekukan ASI dalam porsi kecil, sesuai kebutuhan bayi. Tujuannya agar ASI perah tidak terbuang percuma.
  4. Saat membekukan ASI, jangan isi wadah sampai penuh. Sisakan setidaknya 1 inchi dari permukaan tempat penyimpanan, karena volume ASI akan mengembang saat membeku.
  5. Saat listrik padam atau di perjalanan, simpan ASI perah di cooler bag berinsulasi yang dilengkapi dengan es beku. Dengan demikian, ASI perah bisa awet sampai 24 jam.

Baca juga: 8 Makanan Penambah Produksi ASI secara Alami

Cara mencairkan ASI yang aman

Semakin lama disimpan, kualitas ASI bisa menurun. Untuk itu, selalu cairkan ASI perah yang paling lama disimpan terlebih dahulu.

Ingat rumus ASI yang pertama disimpan adalah ASI yang pertama dicairkan.

Ada beberapa cara mencairkan ASI yang aman, yakni:

  • Turunkan ASI perah dari freezer ke lemari pendingin biasa semalaman.
  • Masukkan wadah ASI perah ke dalam penampungan air hangat.
  • Guyur wadah ASI perah di bawah air hangat yang mengalir
  • Jangan pernah mencairkan ASI perah beku atau menghangatkan ASI perah di microwave. Microwave rentan merusak nutrisi ASI.

Berikan ASI perah beku yang sudah dicairkan di lemari es kepada bayi dalam rentang waktu 24 jam (sejak ASI tidak membeku atau cair sepenuhnya, bukan saat ASI diturunkan dari freezer).

Setelah ASI keluar dari lemari es atau berada di suhu ruang, ASI harus diminum dalam waktu dua jam.

Ingat, hindari membekukan kembali ASI yang sudah dicairkan karena rentan kontaminasi bakteri.

Baca juga: Bagaimana Nasib ASI Perah saat Listrik Padam?

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.