Kompas.com - 14/08/2020, 06:00 WIB
Ilustrasi kaki kemasukan suban Kit_kanawat/ShutterstockIlustrasi kaki kemasukan suban

KOMPAS.com – Banyak orang menganggap mata ikan sama dengan kapalan. Padahal, keduanya adalah masalah kulit yang berbeda.

Benjolan mata ikan pada umumnya berukuran kecil dengan bagian tengah bertekstur lunak atau keras.

Apabila disentuh, bagian mata ikan baik yang lunak ataupun keras biasanya akan terasa nyeri.

Baca juga: 11 Cara Menghilangkan Komedo Secara Alami

Sedangkan kapalan adalah pengerasan atau penebalan pada lapisan kulit yang jarang menimbulkan rasa sakit ketika disentuh.

Bagian kulit yang mengalami penebalan pada kapalan bahkan jadi kurang sensitif dibanding dengan area sekitarnya.

Ukuran atau luas kulit yang mengeras karena kapalan juga sering kali lebih besar ketimbang mata ikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, kedua masalah kulit ini bisa sama-sama dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa dan menimbulkan ketidaknyamanan.

Penyebab mata ikan

Banyak orang mengira penyebab mata ikan dan kapalan juga sama, yakni hanya karena gesekan dan tekanan berulang terutama di bagian kaki. Padahal tidak demikian.

Penyebab mata ikan yang paling umum adalah infeksi infeksi human papilloma virus (HPV).

Virus itu selama ini mungkin lebih dikenal sebagai penyebab penyakit menular seksual (PMS) jengger ayam atau kutil kelamin.

HPV juga cukup dikenal sebagai penyebab kanker serviks paling sering.

Baca juga: Waspada Kutil Kelamin (1): Gejalanya Kerap Tak Disadari

Meski demikian, virus inimemiliki banyak jenis dan tentu jenis HPV yang menjadi penyebab mata ikan dan dua penyakit tersebut berbeda.

Cara menghilangkan mata ikan

Mata ikan jarang menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

Namun, kemunculan masalah kulit ini kerap kali dapat mengganggu kenyamanan pada kaki, terutama saat berjalan.

Melansir berbagai sumber, berikut ini adalah ragam cara menghilangkan mata ikan yang bisa dijajal:

1. Salep mata ikan

Melansir Buku Obat-obat Sederhana untuk Gangguan Sehari-hari (2010) oleh Drs. H. T. Tan & Drs. Kirana Rahardja, pengobatan mata ikan dapat dilakukan dengan mengoleskan salep dengan kandungan asam salisilat pada bagian kaki atau anggota tubuh lainnya yang terkena mata ikan atau katimumul.

Baca juga: 9 Tanaman Herbal untuk Mengobati Asam Urat

Obat ini biasanya bisa diakses secara bebas di apotek-apotek.

Salah satu contohnya, yakni Collodium ad verrucas 10 persen dengan asam susu dan salisilat.

Kandungan asam salisilat pada obat berfungsi melunakkan kulit mati sehingga lebih mudah dihilangkan atau dibersihkan.

Obat ini dapat dioleskan sekali sehari pada mata ikan, termasuk kapalan selama satu minggu berturut-berturut, kemudian kaki direndam dalam air yang cukup panas.

Jika sudah melakukan hal demikian, mata ikan biasanya akan melepaskan “bijinya” atau “bijinya” sudah menjadi begitu lunak sehingga dapat denga mudah dikeluarkan secara mekanis.

2. Plester mata ikan

Mata ikan yang muncul besar dapat juga dibuat lunak dengan melekatkan “plester mata ikan” dengan kandungan salisilat.

Sebagai catatan, penderita penyakit diabetes atau kencing manis sama sekali tidak boleh mengobati sendiri gangguan-gangguan pada kakinya.

Baca juga: 9 Tanaman Herbal untuk Mengobati Batuk

3. Operasi

Jika mata ikan tidak menjadi lunak setelah diberikan obat dengan kandungan salisilat atau semakin mengganggu, dokter bisa membantu dengan melakukan operasi.

Operasi dilakukan dengan cara memotong beberapa kulit yang menebal menggunakan pisau bedah.

Prosedur operasi berguna untuk mengurangi tekanan pada jaringan di bawah mata ikan.

4. Penatalaksanaan laser

Cara menghilangkan mata ikan juga bisa dilakukan dengan penggunaan laser pulsed-dye (PDL).

Prosedur pengobatan mata ikan oleh ahli ini dilakukan dengan cara membakar gumpalan pembuluh darah kecil di area yang terinfeksi.

Setelah dilakukan penatalaksanaan laser, jaringan yang terinfeksi pun akan mati dan benjolan menjadi terlepas.

Baca juga: 6 Jenis Tanaman Herbal untuk Cegah Infeksi Virus Corona

5. Menggunakan batu apung atau sabut kelapa

Melansir Buku 265 Tip for Women (2017) oleh Rita Lauw Fu, batu apung atau sabut kelapa bisa digunakan sebagai cara menghilangkan mata ikan secara alami.

Sabut kelapa dan batu apung dapat menghilangkan kulit mati pada mata ikan dan mengempeskan mata ikan, sehingga tekanan dan rasa sakit berkurang.

Cara penggunaanya, yakni terlebih dahulu rendam kaki pada air hangat sebelum melakukan pengelupasan untuk menipiskan kulit yang tebal.

Setelah itu, gosok mata ikan dengan sabut kelapa atau batu apung satu secara lembut dan sedikit demi sedikit.

6. Gosokkan getah jarak

Getah jarak juga dapat digunakan untuk mengobati mata ikan.

Caranya, gosokkan getah jarak pada daerah yang terkena mata ikan secara rutin untuk menghilangkan kulit mati pada mata ikan dan mengempeskan mata ikan.

7. Teteskan getah kamboja

Melansir Buku Ramuan Lengkap Herbal: Taklukkan Penyakit (2008) oleh Prof. H. M. Hembing Wijayakusuma, getah kamboja dapat digunakan untuk mengobati mata ikan.

Baca juga: 4 Jenis Tanaman Herbal untuk Alternatif Atasi Perut Buncit

Caranya cukup mudah, yakni dengan meneteskan getah kamboja secukupnya pada kulit yang mengalami mata ikan.

Lakukan langkah tersebut setiap hari sampai sembuh.

8. Oleskan getah pepaya muda

Getah pepaya muda juga dapat digunakan sebagai obat alami mata ikan.

Caranya, potong bahan secukupnya, lalu oleskan getah pepaya muda pada bagian kulit yang mengalami mata ikan.

Cara mencegah mata ikan

Mata ikan pada mulanya dapat disebabkan oleh tekanan dan gesekan.

Baca juga: 12 Cara Mencegah Kanker Secara Alami

Kondisi ini biasanya diakibatkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Penggunaan sepatu tidak pas
  • Terlalu sering menggunakan high heels
  • Mengunakan sepatu tanpa kaus kaki
  • Terlalu sering berjalan kaki atau berlari menggunakan sepatu
  • Termasuk terlalu lama berdiri

Untuk itu, beberapa langkah berikut dapat dicoba untuk mencegah mata ikan:

1. Gunakan sepatu yang tepat

Menggunakan sepatu yang nyaman sesuai dengan bentuk dan ukuran kaki penting dilakukan untuk mengurangi tekanan atau gesekan di kulit kaki, sehingga bisa mencegah timbulnya mata ikan.

2. Selalu gunakan kaus kaki

Memakai kaus kaki setiap kali menggunakan sepatu perlu juga dilakukan untuk mengurangi tekanan atau gesekan pada kaki yang dapat memicu mata ikan.

3. Selalu jaga kebersihan 

Rutin mencuci kaki dengan sabun dan menyikatnya setelah menggunakan sepatu sangat berguna untuk mencegah mata ikan.

Baca juga: Benarkah Mandi Malam Sebabkan Rematik?

Setelah itu, keringkan kaki hingga benar-benar kering.

Untuk melembutkan kulit dan mengurangi potensi terjadinya mata ikan, krim pelembab kulit dapat pula digunakan secara rutin pada kaki.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Ptosis
Ptosis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Abses Otak

Abses Otak

Penyakit
10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Hemangioma

Hemangioma

Penyakit
2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Fibrosa

Displasia Fibrosa

Penyakit
10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Health
13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

Health
16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Health
Kram Mesntruasi

Kram Mesntruasi

Penyakit
10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Sindrom Tourette

Sindrom Tourette

Penyakit
6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.