Kompas.com - 19/08/2020, 06:00 WIB
Ilustrasi kurus Marjan VeljanoskiIlustrasi kurus

KOMPAS.com – Berat badan turun tak selalu menjadi kabar baik bagi para penderita obesitas atau siapa saja yang sedang mendambakan penurunan berat badan.

Pasalnya, berat badan turun bisa menjadi gejala diabetes yang patut diwaspadai.

Salah satu founder Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia), Prof. Dr. dr. Sri Hartini KS Kariadi, Sp.PD-KEMD., menjelaskan ketika tubuh tidak bisa mendapatkan energi yang cukup dari gula karena kurang insulin, sel-sel seolah-olah akan berteriak, “toloooong gak ada energi nih……!”.

Baca juga: 9 Gejala Diabetes yang Sering Tak Disadari

Dengan heboh, tubuh pun akan bergegas mengolah zat-zat lain di dalam tubuh untuk diubah menjadi energi.

Zat-zat yang diubah tersebut adalah lemak dan protein.

Dalam bukunya Diabetes? Siapa Takut!! (2009), dr. Sri Hartini mengungkapkan, apabila hal tersebut berlangsung cukup lama, orang bisa jadi akan tampak kurus dan berat badannya turun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diketahui, gula adalah bahan bakar utama untuk pembentukan energi di dalam tubuh.

Di dalam sel, gula akan diolah menjadi energi atau tenaga untuk kebutuhan mendadak, dan sebagian akan disimpan agar dapat dipakai pada suatu waktu nanti.

Sementara, pada penderita diabetes, terdapat masalah dengan insulin, mungkin karena jumlah insulin yang kurang, efek kerja insulin dalam hal memasukkan gula ke dalam sel tidak sempurna, atau kedua-duanya, sehingga gula darah tetap akan tinggi.

Kadar gula darah yang tinggi ini pun dapat “meracuni” dan menyebabkan rasa lemah dan tidak sehat, serta menyebabkan komplikasi dan gangguan metabolisme yang lain.

Baca juga: Bagaimana Kadar Gula Darah Tinggi Bisa Sebabkan Penyakit Jantung?

Maka dari itu, pada penderita diabetes, penurunan berat badan biasanya akan disertai dengan beragam gejala lain, seperti:

1. Sering sekali buang air kecil dengan volume yang banyak (poliuri)

Mengapa terjadi poliuri? Jika kadar gula darah melebihi nilai ambang ginjal (>180 mg/dl), gula akan keluar bersama urine.

Untuk menjaga agar urine yang keluar tidak terlalu pekat (karena mengandung gula), tubuh akan menarik air sebanyak mungkin ke dalam urine, sehingga volume urine yang keluar banyak dan kencing pun menjadi sering.

2. Sering kali merasa haus dan ingin minum sebanyak-banyaknya (polidipsi)

Mengapa polidipsi? Dengan banyaknya urine yang keluar, badan akan kekurangan air atau dehidrasi.

Untuk mengatasi hal tersebut, timbullah rasa haus, sehingga orang ingin selalu minum.

Baca juga: 18 Makanan Penurun Gula Darah untuk Mengatasi Diabetes

3. Nafsu makan meningkat (polifagi) dan kurang tenaga

Mengapa polifagi? Pada penderita diabetes, karena insulin bermasalah, pemasukan gula ke dalam sel-sel tubuh kurang, sehingga energi yang dibentuk pun kurang.

Inilah sebabnya orang merasa kurang tenaga.

Dengan demikian, otak juga “berpikir” bahwa kurang energi itu karena kurang makan dan tubuh berusaha meningkatkan asupan makanan.

Di samping gejala-gejala klasik di atas, ada pula gejala lain diabetes.

Gejala ini biasanya disebabkan oleh komplikasi yang sudah terjadi.

Sering kali penderita diabetes dewasa dan berumur tidak menunjukkan gejala klasik yang jelas.

Gejala yang mereka tunjukkan adalah karena komplikasi itu.

Gejala komplikasi yang paling sering dikeluhkan antara lain, yakni kesemutan di kaki, gatal-gatal atau luka yang tidak sembuh, dan yang paling merisaukan adalah gatal di daerah selangkangan.

Baca juga: 15 Makanan Penurun Darah Tinggi untuk Atasi Hipertensi

Jadi, apabila mendapati berat badan turun disertai dengan berbagai gejala di atas, Anda patut mewaspadai adanya penyakit diabetes mellitus (DM).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Health
Penyakit Addison

Penyakit Addison

Penyakit
11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

Health
8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.