Kompas.com - 27/08/2020, 09:03 WIB
Ilustrasi telur rebus. Durasi merebus akan memengaruhi tingkat kematangan. SHUTTERSTOCK/MIKHAYLOVSKIYIlustrasi telur rebus. Durasi merebus akan memengaruhi tingkat kematangan.

KOMPAS.com – Banyak orang mungkin pernah mengaku menderita bisul setelah makan telur.

Sementara beberapa orang lainnya mungkin pernah mendengar saran dari orang lain untuk tidak terlalu banyak makan telur atau memberikan telur kepada anak agar tidak terkena bisul.

Kondisi itu bisa jadi membuat dilematis sebagian orang mengingat telur adalah makanan bergizi yang mudah diperoleh dan diolah.

Baca juga: 11 Kandungan Gizi dalam Telur Ayam dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Melansir Australian Eggs, telur tak hanya mengandung protein hewani, tapi juga aneka zat gizi lain yang dibutuhkan oleh tubuh.

Berbagai nutrisi yang terkandung di dalam telur ayam, antara lain:

  • Vitamin B2
  • Vitamin D
  • Vitamin E
  • Vitamin B5
  • Vitamin A
  • Vitamin B12
  • Zat Besi
  • Fosfor
  • Folat
  • Yodium
  • Selenium

Apakah Anda termasuk orang yang pernah mengalami kebingungan tersebut? Benarkah telur dapat menyebabkan bisul?

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melansir Buku Ajar Ilmu Kesehatan: Memahami Gejala, Tanda, dan Mitos (2019) oleh Dr. dr. Umar Zein, DTM&H., Sp.PD., KPTI., FINASIM dan dr. Emir El Newi, Sp.M, terkait anggapan makan telur bisa menimbulkan bisul, hal ini belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Baca juga: Telur Ayam, Telur Bebek, atau Telur Puyuh, Mana yang Lebih Sehat?

Namun, bersama susu, cokelat, ikan, kacang, kerang, udang, dan gandum, telur memang termasuk makanan yang paling sering menimbulkan alergi.

Seseorang yang punya alergen telur atau alergi terhadap telur bisa saja terkena ruam-ruam merah di kulit seperti bisul maupun gejala alergi lainnya.

Melansir Journal of Agricultural and Food Chemistry, gejala alergi telur biasanya berupa sakit kepala, mual, dan ruam-ruam kemerahah di kulit.

Sementara, orang yang sehat atau tidak punya alergi terhadap telur, makan telur tak akan menyebabkan timbulnya ruam-ruam atau bintik merah yang dianggap sebagai bisul.

Jadi, anggapan yang selama ini berkembang mengenai telur dapat sebabkan bisul bisa dikatakan hanya sebagai mitos.

Baca juga: 10 Cara Mengatasi Kulit Kering secara Alami

Penyebab bisul sebenarnya

Melansir Mayo Clinic, kebanyakan bisul disebabkan oleh Staphylococcus aureus, sejenis bakteri yang biasa ditemukan di kulit dan di dalam hidung.

Benjolan bisul akan terbentuk saat nanah terkumpul di bawah kulit.

Bisul terkadang juga dapat berkembang di tempat-tempat di mana kulit telah rusak oleh cedera kecil atau gigitan serangga, yang membuat bakteri Staphylococcus aureus mudah masuk.

Bila seseorang berkali-kali dihinggapi bisul atau sekaligus dalam jumlah besar, ada kemungkinan terdapatnya penyakit sebagai penyebab infeksi, seperti penyakit diabetes mellitus (DM).

Pada orang dengan daya tahan tubuh rendah, misalnya penderita flu, bisul dapat memicu komplikasi berbahaya, yakni keracunan darah (sepsis) akibat perbanyakan bakteri dalam darah.

Pada keadaan ini, penderita perlu berobat ke dokter.

Sementera, pada orang sehat, bisul pada umumnya hanya merupakan suatu infeksi yang merepotkan, bersifat menular tapi tidak berbahaya.

Baca juga: 6 Cara Mengobati Bisul Secara Alami

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X