Kompas.com - 30/08/2020, 06:06 WIB
ilustrasi berat badan tak kunjung turun SHUTTERSTOCKilustrasi berat badan tak kunjung turun

Kanker jenis lain seperti ovarium kerap memicu penurunan berat badan saat tumor tumbuh cukup besar sampai menekan perut.

Kondisi tersebut membuat penderitanya merasa lebih kenyang dan tidak berselera makan.

Baca juga: 10 Cara Mencegah Penyakit Kanker

Dilansir dari Healthline, selain kanker di atas, jenis kanker lain juga bisa menimbulkan gejala tidak nafsu makan yang berdampak pada penurunan berat badan, di antaranya:

  • Mual
  • Tidak nafsu makan
  • Susah mengunyah atau menelan

Kanker juga bisa meningkatkan peradangan di dalam tubuh. Peradangan adalah respons sistem daya tahan tubuh terhadap tumor.

Hal itu membuat tubuh memproduksi protein sitokin dan mengubah metabolisme tubuh.

Karena metabolisme tubuh terganggu, produksi hormon yang mengatur nafsu makan, pemecah lemak, dan otot jadi ikut terganggu.

Dampaknya, tumor yang tumbuh menggunakan sebagian besar energi di tubuh penderitanya.

Dengan pembakaran energi yang semakin besar, imbasnya berat badan turun drastis.

Baca juga: Mengenali Berbagai Jenis Stadium Kanker

Gejala awal kanker selain berat badan turun drastis

Berat badan turun drastis tanpa sebab jelas yang jadi gejala kanker biasanya disertai tanda lainnya, antara lain:

  • Kehilangan selera makan
  • Susah menelan
  • Sering mengalami masalah pencernaan
  • Kulit menguning
  • Kelelahan
  • Suara kerap serak
  • Muncul nyeri yang parah atau terus-menerus
  • Perubahan kebiasaan buang air besar (BAB)
  • Ada darah di kotoran BAB

Hal yang perlu dicatatat, gejala awal kanker tersebut juga bisa disebabkan penyebab lainnya.

Baca juga: Apakah Kanker Bisa Disembuhkan?

Penyebab berat badan turun drastis selain kanker

Selain kanker, sejumlah penyakit dan kondisi dapat menyebabkan penderitanya mengalami penurunan berat badan drastis, di antaranya:

  • Penyakit celiac
  • Penyakit crohn
  • Kolitis ulseratif
  • tukak lambung
  • Efek samping obat tertentu
  • Masalah kelenjar tiroid
  • Penyakit addison
  • Masalah gigi
  • Demensia
  • Depresi
  • Stres dan gelisah
  • Diabetes
  • Penyalahgunaan narkoba
  • Infeksi parasit, bakteri, virus
  • HIV

Baca juga: Kanker Kolorektal Ancam Pria Indonesia, Berikut Cara Mencegahnya

Jika Anda merasakan berat badan turuh drastis padahal tidak sedang program diet atau menjalankan aktivitas yang menguras energi, ada baiknya konsultasi ke dokter.

Terutama saat penurunan berat badan lebih dari lima persen dari bobot tubuh biasanya dalam kurun waktu enam sampai 12 bulan.

Dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan fisik dan merekomendasikan tes urine, darah, sampai tes pemindaian untuk menentukan penyebab berat badan turun drastis.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X