Kompas.com - 15/09/2020, 18:03 WIB
Ilustrasi pasien mengalami rambut rontok karena Covid-19, infeksi virus corona. SHUTTERSTOCK/Nalada NagawasuttamaIlustrasi pasien mengalami rambut rontok karena Covid-19, infeksi virus corona.

Melansir dari Medical News Today, laki-laki cenderung kehilangan rambut dari pelipis dan mahkota kepala. Pada wanita, rambut biasanya menjadi lebih tipis di seluruh kepala.

Alopecia androgenetik biasanya lebih mungkin terjadi seiring bertambahnya usia seseorang.

2. Perubahan hormonal

Dilansir dari Mayo Clinic, perubahan hormonal akibat kehamilan, persalinan, menopause, dan masalah tiroid dapat menyebabkan kerontokan rambut sementara maupun permanen.

Baca juga: 12 Cara Mengatasi Rambut Rontok Secara Alami

Hormon memainkan peran besar dalam mengatur siklus pertumbuhan rambut.

Pada kondisi kehamilan misalnya, penurunan kadar esterogen dapat menyebabkan kerontokan. Itu karena esterogen merupakan hormon ramah rambut yang menjaga rambut dalam fase pertumbuhan dalam jangka optimal.

3. Kondisi medis tertentu

Kondisi medis tertentu juga dapat menyebabkan rambut rontok. Salah satunya adalah alopecia areata, yang terkait dengan sistem kekebalan dan menyebabkan rambut rontok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu infeksi jamur di kulit kepala seperti kurap, dan gangguan yang disebut trikotilomania juga dapat membuat rambut rontok.

Di samping kondisi medis, perawatan kesehatan tertentu juga bisa menyebabkan rambut rontok. Di antaranya adalah kemoterapi dan radiasi.

4. Konsumsi obat dan suplemen

Rambut rontok bisa menjadi efek samping dari obat-obatan tertentu. Misalnya saja obat yang digunakan untuk kanker, arthritis, depresi, masalah jantung, asam urat dan tekanan darah tinggi.

Penggunaan pil KB dan kontrasepsi hormonal juga bisa memiliki efek serupa.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Angiosarkoma
Angiosarkoma
PENYAKIT
Iskemia
Iskemia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

Health
Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

Health
Penyakit Retina

Penyakit Retina

Penyakit
6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

Health
Bronkopneumonia

Bronkopneumonia

Penyakit
3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

Health
Ruam Popok

Ruam Popok

Penyakit
8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

Health
Gagal Ginjal Akut

Gagal Ginjal Akut

Penyakit
Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Health
Orthorexia

Orthorexia

Penyakit
4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

Health
IUGR

IUGR

Penyakit
Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.