5 Hal Penyebab Obesitas yang Harus Diwaspadai

Kompas.com - 16/09/2020, 12:33 WIB
Ilustrasi obesitas ShuterstockIlustrasi obesitas

KOMPAS.com - Obesitas merupakan pemicu utama berbagai gangguan kesehatan kronis.

Seseorang bisa diatakan mengalami obesitas apabila memiliki lemak tubuh atau berat badan berlebihan hingga mempengaruhi kondisi kesehatannya.

Banyak riset membuktikan obesitas bisa memicu berbagai masalah kesehatan kronis seperti artritis dan beberapa jenis kanker.

Obesitas juga bisa memicu sindrom metabolik yang membuat kita rentan mengalami tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular.

Itu sebabnya, kita harus berusaha maksimal untuk menjaga berat badan ideal.

Baca juga: 4 Cara Mencegah Penuaan Dini Akibat Paparan Sinar Matahari

Hal ini bisa kita lakukan dengan menghindari bebagai pemicu obesitas.

Merangkum data Medical News dan Healthline, berikut berbagai faktor yang bisa memicu obesitas:

1. Terlalu banyak konsumsi kalori

Terlalu banyak mengonsumsi kalori hanya akan memicu penumpukan lemak berlebih yang tentunya akan berpengaruh pada berat badan.

Selain itu, beberapa jenis makanan tertentu juga bisa memicu penambahan berat badan, terutama makanan tinggi gula dan lemak.

Makanan yang bisa meningkatkan risiko penambahan berat badan antara lain:

  • makanan cepat saji
  • makanan yang digoreng
  • daging olahan
  • minumaan beralkohol.

Mengonsumsi makanan tersebut, ditambah dengan malas berolahraga, hanya akan membuat berat badan cepat naik.

Pada akhirnya, kita bisa dengan mudahnya mengalami obesitas. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknyakita memperbanyak konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian.

Jenis makanan tersebut membantu menyehatkan pencernaan dan membuat kita kenyang lebih lama.

2. Gaya hidup pasif

Aktivitas fisik mempengaruhi cara kerja hormon yang berperan dalam cara tubuh memproses makanan.

Banyak riset menunjukan aktivitas fisik yang tinggi membantu menjaga kestabilan insulin.

Kestabilan insulin sangat penting untuk mencegah obesitas karena tingkat insulin juga berperan dalam penambahan berat badan.

Tak perlu melakukan olahaga brat, sekadar jalan kaki, menaiki tangga, atau melakoni pekerjaan rumah tangga juga membantu dalam menjaga kestabilan insulin.

Baca juga: Rekomendasi Makanan Terbaik Usai Berolahraga

3. Kurang tidur

Riset menunjukan kurang tidur bisa memicu bertambahnya berat badan dan mengembangkan obesitas.

Salah satu riset yang membuktikan hal tersebut adalah penelitian yang dilakukan di Inggris pada tahun 1977 hingga 2012.

Dalam riset tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa kurang tidur bisa meningkatkan risiko obesitas secara signifikan dikalangan orang dewasa dan anak-anak.

Pasalnya, kurang tidur dapat meningkatkan produksi hormon ghrelin yang merangsang nafsu makan.

Kurang tidur yang menurunkan produksi leptin yang bertuga menekan nafsu makan.

4. Konsumsi obat tertentu

Riset 2015 yang diterbitkan dalam he Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism membuktikan beberapa jenis obat tertentu bisa memicu kenaikan berat badan.

Berikut berbagai jenis obat yang telah terbukti memicu kenaikan berat badan:

  • antipsikotik atipikal, terutama olanzapine, quetiapine, dan risperidone
  • antikonvulsan dan penstabil suasana hati, khususnya gabapentin
  • obat hipoglikemik, seperti tolbutamide
  • glukokortikoid yang digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis
  • beberapa jenis antidepresan.

Itu sebabnya, kita harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat tertentu.

5. Genetik

Faktor genetik juga bisa memicu obesitas. Namun, apa yang kita konsumsi juga berdampak besar pada ekspresi gen dalam tubuh.

Dengan kata lain, komponen genetik memang berpengaruh pada risiko obesitas.

Namun, pola makan yang sehat bisa membantu meminimalisir pengaruh faktor genetik.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X