Kompas.com - 03/10/2020, 13:33 WIB
Ilustrasi efek terlalu lama kena cahaya LED Thinkstock.comIlustrasi efek terlalu lama kena cahaya LED

KOMPAS.com – Sakit kepala memiliki banyak macam.

Salah stau tipe sakit kepala yang banyak ditemukan pada usia produktif adalah tension headache atau sakit kepala tegang.

Namun, penyebab sakit kepala ini belum dipahami dengan baik.

Baca juga: 7 Penyebab Sakit Kepala Saat Bangun Tidur dan Cara Mengatasinya

Gejala sakit kepala tegang

Merangkum Mayo Clinic, sakit kepala karena tegang biasanya berupa nyeri ringan hingga sedang di kepala yang sering digambarkan sebagai perasaan terikat di kepala.

Berikut ini adalah beberapa gejala sakit kepala tegang lain yang bisa diwaspadai:

  • Sakit kepala yang terasa nyeri dan tumpul
  • Sensasi sesak atau tekanan di dahi atau di samping dan belakang kepala
  • Nyeri pada otot kulit kepala, leher, dan bahu
  • Intensitas sakit kepala tidak bertambah meski penderitanya melakukan aktivitas fisik seperti naik-turun tangga dan sebagainya

Pada sakit kepala karena tegang, tidak muncul gejala kepala berdenyut dan perasaan mual.

Meski demikian, penderitanya terkadang mengalami gejala sensitif terhadap cahaya (fotofobia) dan suara (fonofobia).

Sakit kepala tegang secara umum dapat dibagi menjadi 3 kategori, yakni episodik, kronis, dan sewaktu.

Apa bedanya?

1. Sakit kepala tegang episodik

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X