Kompas.com - 19/10/2020, 19:37 WIB
Ilustrasi hati, penyakit hepatitis Ilustrasi hati, penyakit hepatitis

KOMPAS.com - Penyakit fatty liver adalah kondisi saat lemak terlalu banyak menumpuk di hati atau liver.

Lemak yang terlalu banyak menumpuk di liver bisa menyebabkan peradangan, merusak organ, sampai menimbulkan jaringan parut (sirosis) hati.

Apabila tidak ditangani, fatty liver lambat laun bisa menyebabkan organ liver tidak bisa berfungsi lagi.

Baca juga: Sering Tidak Disadari, Kenali Gejala Awal Penyakit Liver

Seperti diketahui, liver adalah organ terbesar kedua di tubuh. Organ ini membantu memproses nutrisi asupan yang dikonsumsi, sampai menyaring zat berbahaya dari darah.

Perlemakan hati atau fatty liver kini menjadi masalah kesehatan yang banyak menjangkiti orang dari segala penjuru dunia.

Berikut gejala fatty liver dan penyebabnya yang perlu diwaspadai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gejala fatty liver

Beberapa orang tidak merasakan gejala fatty liver saat awal organ hatinya bermasalah.

Penderita hanya sesekali merasakan sakit perut bagian atas atau rasa tidak nyaman di bagian organ hati tersebut.

Kebanyakan orang baru bisa merasakan gejala fatty liver saat mengalami komplikasi seperti sirosis atau fibrosis hati.

Baca juga: Kenali Penyebab Penyakit Liver dan Faktor Risikonya

Melansir Healthline, beberapa gejala fatty liver saat mulai ada komplikasi di antaranya:

  • Tidak berselera makan
  • Berat badan turun tanpa sebab jelas
  • Badan terasa lemah dan lesu
  • Mimisan
  • Kulit gatal-gatal
  • Kulit dan bagian mata yang puting menguning
  • Jaringan pembuluh darah mirip jaring laba-laba di kulit jadi terlihat kentara
  • Sakit perut di bagian kanan atas
  • Perut bengkak
  • Kaki bengkak
  • Payudara pria membesar
  • Linglung atau bingung

Jika Anda mengalami beberapa komplikasi gejala fatty liver di atas, segera periksakan diri ke dokter.

Baca juga: 10 Penyebab Kanker Hati dan Faktor Risikonya

Penyebab fatty liver

Penyebab fatty liver yakni produksi lemak di tubuh terlalu banyak. Penyakit ini juga bisa terjadi saat metabolisme lemak di tubuh tidak berjalan optimal.

Melansir Cleveland Clinic, terdapat dua jenis penyakit fatty liver.

Pertama, fatty liver alkoholik karena terlalu banyak minum minuman beralkohol.

Kedua, jenis fatty liver nonalkoholik yang penyebabnya tidak dipicu konsumsi alkohol .

Beberapa faktor yang bisa berperan jadi penyebab fatty liver nonalkoholik di antaranya:

  • Kegemukan
  • Kadar gula darah tinggi
  • Resistensi insulin
  • Kadar lemak tinggi
  • Penurunan berat badan terlalu cepat
  • Infeksi virus hepatitis
  • Efek samping obat tertentu
  • Paparan zat kimia tertentu
  • Faktor keturunan

Baca juga: 9 Ciri-ciri Liver Bermasalah

Penyakit fatty liver bisa dideteksi lewat pemeriksaan fisik dan tes kesehatan.

Dokter umumnya akan memeriksa kondisi liver dengan menekan perut atau melihat kondisi perut apakah bengkak atau masih mormal.

Selain itu, fatty liver juga bisa dideteksi lewat pemeriksaan darah tes alanine aminotransferase (ALT) dan aspartate aminotransferase test (AST) untuk memeriksa enzim hati.

Enzim hati yang meningkat bisa jadi tanda peradangan hati. Penyakit fatty liver adalah salah satu penyebab peradangan hati, tetapi penyakit ini bukan satu-satunya biang peradangan hati.

Jika ada tanda peningkatan enzim hati, dokter biasanya merekomendasikan tes tambahan untuk memeriksa liver seperti USG, CT scan, pemindaian MRI, sampai biopsi liver.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

Health
Nyeri Panggul

Nyeri Panggul

Penyakit
7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

Health
Nyeri Dada

Nyeri Dada

Penyakit
17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
Batuk Kering

Batuk Kering

Penyakit
Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
Katatonia

Katatonia

Penyakit
Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Health
Aneurisma Aorta Abdominalis

Aneurisma Aorta Abdominalis

Penyakit
Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Health
Pleuritis

Pleuritis

Penyakit
Deodoran Bisa Memicu Kanker Payudara, Begini Alasannya

Deodoran Bisa Memicu Kanker Payudara, Begini Alasannya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.