Kompas.com - 18/11/2020, 18:04 WIB
Ilustrasi Getty Images/iStockphotoIlustrasi

KOMPAS.com - Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri di bagian mana pun dari sistem saluran kemih, baik di ginjal, ureter, kandung kemih, atau uretra.

Namun, sebagian besar infeksi saluran kemih (ISK) memengaruhi kandung kemih dan uretra, yang merupakan saluran yang mengalirkan urine dari kandung kemih ke luar tubuh.

Meskipun ISK adalah salah satu infeksi paling umum pada wanita, tapi tetap saja bisa terjadi pada pria.

Baca juga: Penyebab Penis Ereksi Saat Bangun Tidur pada Pagi Hari

ISK diperkirakan memengaruhi sekitar 3 persen pria di seluruh dunia setiap tahun. Ini berarti kebanyakan pria tidak akan pernah menderita ISK, terutama jika mereka masih muda.

Ketika ISK berkembang pada pria, biasanya dianggap rumit dan lebih mungkin menyebar ke ginjal dan saluran kemih bagian atas.

Beberapa kasus bahkan mungkin memerlukan pembedahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gejala infeksi saluran kemih pada pria

Melansir Medical News Today, pria dengan ISK mungkin tidak memiliki tanda atau gejala infeksi.

Namun, ketika gejala benar-benar terjadi, itu bisa termasuk:

  • Nyeri saat buang air kecil
  • Sering ingin buang air kecil atau anyang-anyangan
  • Ketidakmampuan untuk mulai buang air kecil 
  • Aliran urine lambat atau kebocoran urine
  • Kebutuhan mendadak untuk buang air kecil
  • Pelepasan hanya sejumlah kecil urine pada satu waktu
  • Darah dalam urine
  • Nyeri di bagian tengah bawah perut
  • Urine keruh dengan bau menyengat

Baca juga: 6 Penyebab Urine Berwarna Kuning Tua dan Cara Mengatasinya

Pria dengan ISK juga dapat mengalami satu atau lebih gejala berikut:

  • Demam
  • Panas dingin
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit punggung

Gejala tersebut merupakan tanda bahwa penyakit telah menyebar ke ginjal atau saluran kemih bagian atas.

Infeksi yang telah menyebar di sini adalah masalah yang lebih serius yang membutuhkan perawatan segera.

Baca juga: Waspadai Penyebab Urine Berwarna Hijau, Merah, Ungu, Oranye, dan Seperti Teh

Penyebab infeksi saluran kemih pada pria

Melansir Health Line, sebagian besar ISK disebabkan oleh bakteri Escherichia coli (E. coli), yang secara alami ada di tubuh.

Bakteri masuk ke saluran kemih melalui uretra, yakni saluran yang mengalirkan urine dari kandung kemih melalui penis.

ISK lebih sering terjadi pada wanita daripada pria karena uretra mereka lebih pendek dan bakteri perlu menempuh jarak yang lebih pendek untuk mencapai kandung kemih.

Sementara itu, pria tidak mungkin tertular ISK karena berhubungan seks dengan wanita, karena infeksi biasanya berasal dari bakteri yang sudah ada di saluran kemih pria tersebut.

ISK pada pria lebih sering terjadi pada usia yang lebih tua.

Salah satu alasannya adalah bahwa pria yang sudah lanjut usia (lansia) lebih mungkin mengembangkan pembesaran kelenjar prostat non-kanker, yang disebut hiperplasia prostat jinak.

Prostat membungkus leher kandung kemih, tempat uretra terhubung ke kandung kemih.

Pembesaran kelenjar prostat dapat mencekik leher kandung kemih, membuat urine lebih sulit mengalir dengan bebas.

Jika kandung kemih tidak benar-benar kosong, bakteri yang biasanya keluar bersama air seni mungkin dapat berpijak.

Baca juga: 7 Penyebab Urine Berwarna Gelap yang Perlu Diketahui

Faktor lain yang dapat membuat pria berisiko lebih besar terkena ISK adalah sebagai berikut:

  • Malas bergerak dalam waktu yang lama
  • Tidak minum cukup cairan
  • Operasi saluran kemih baru-baru ini
  • Menderita diabetes
  • Tidak disunat
  • Inkontinensia tinja
  • Melakukan hubungan seks anal, yang membuat uretra terkena lebih banyak bakteri

Cara mengatasi infeksi saluran kemih pada pria

Untuk mendiagnosis ISK, dokter akan memeriksa Anda dan menanyakan gejala, termasuk riwayat ISK sebelumnya.

Anda mungkin diminta juga untuk memberikan sampel urine untuk memeriksa nanah dan bakteri.

Kehadiran nanah sangat menunjukkan ISK.

Baca juga: 6 Penyebab Urine Jernih, Bisa Jadi Gejala Diabetes hingga Sakit Ginjal

Jika dokter mencurigai adanya pembesaran kelenjar prostat, mereka mungkin akan melakukan pemeriksaan colok dubur, menggunakan sarung tangan jari untuk merasakan kelenjar prostat menembus dinding rektum.

Melansir WebMD, jika Anda terdiagnosis menderita ISK, Anda perlu minum obat antibiotik.

Tergantung pada jenis antibiotik yang diresepkan dokter, Anda akan meminum pil sekali atau dua kali sehari selama lima hingga tujuh hari atau bisa lebih.

Penting juga untuk minum cukup cairan.

Perlu diantisipasi, Anda mungkin tergoda untuk mengurangi asupan cairan jika buang air kecil terasa tidak nyaman.

Padahal, buang air kecil dapat membantu mengeluarkan bakteri dari sistem Anda.

Jadi, tetap terhidrasi dan sering buang air kecil saat Anda minum antibiotik.

 

Setelah memulai antibiotik, Anda akan merasa lebih baik dalam dua hingga tiga hari.

Jika gejala Anda tidak hilang setelah minum antibiotik, temui dokter lagi.

Penting untuk menghabiskan semua antibiotik yang diresepkan, bahkan jika Anda merasa lebih baik.

Menghentikan antibiotik sebelum waktunya dapat mendorong pertumbuhan bakteri yang resisten terhadap antibiotik umum.

Baca juga: Penis Jarang Ereksi Saat Bangun Tidur pada Pagi Hari, Normalkah?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
Keseleo

Keseleo

Penyakit
6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

Health
11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

Health
12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.