Sering Tidak Sarapan Jadi Penyebab Diabetes Melitus, Kok Bisa?

Kompas.com - 19/11/2020, 08:08 WIB
Ilustrasi sarapan bergizi. Shutterstock.Ilustrasi sarapan bergizi.

KOMPAS.com - Sarapan kerap disebut sebagai sesi makan paling penting sepanjang hari.

Gagasan tersebut diperkuat penelitian yang terbit di Journal of Nutrition pada akhir 2018.

Studi ini menyebut, bahaya tidak sarapan bisa meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes melitus tipe 2.

Baca juga: Aturan Sarapan Sehat di Pagi Hari yang Perlu Dicermati

Para peneliti asal Jerman yang menyelenggarakan penelitian tersebut mengamati pola sarapan 96.175 orang.

Hasilnya, semakin sering responden tidak sarapan, risikonya terkena penyakit diabetes melitus tipe 2 jadi semakin tinggi.

Bagaimana tidak sarapan bisa jadi penyebab diabetes melitus?

Sering melewatkan atau tidak sarapan adalah kebiasaan tak sehat.

Melansir Cleveland Clinic, karbohidrat paling baik dikonsumsi saat sarapan.

Hal itu dipengaruhi kondisi tubuh yang paling sensitif pada insulin di pagi hari.

Seperti diketahui, insulin adalah hormon yang dihasilkan kelenjar di pankreas.

Hormon ini memungkinkan gula atau glukosa terserap ke sel tubuh untuk digunakan sebagai energi, sekaligus menurunkan gula di aliran darah.

Baca juga: Kapan Waktu Sarapan yang Baik?

Dengan mengonsumsi sarapan sehat termasuk karbohidrat di pagi hari, lonjakan gula darah bisa dicegah.

Selain faktor metabolisme gula darah, tidak sarapan juga bisa jadi penyebab diabetes karena terkait pola makan tak sehat.

Dilansir dari Everyday Health, orang yang kerap melewatkan sarapan cenderung makan lebih banyak dan mengonsumsi asupan tinggi kalori di sesi makan selanjutnya.

Hal itu dapat meningkatkan berat badan. Penambahan berat badan juga salah satu faktor risiko penyakit diabetes melitus tipe 2.

Baca juga: Olahraga Dulu atau Sarapan Dulu, Mana yang Lebih Baik?

Sarapan sehat untuk mencegah diabetes

Ilustrasi sarapanmichaeljung Ilustrasi sarapan
Tidak sarapan memang bisa jadi penyebab diabetes melitus tipe 2.

Namun, bukan berarti Anda bisa sarapan asal kenyang untuk mencegah penyakit diabetes.

Menu sarapan sehat tetap perlu mempertimbangkan komposisi gizi lengkap dan seimbang.

Yakni dengan karbohidrat dalam porsi sedang, lengkap dengan protein tanpa lemak jahat, sayur, dan buah.

Banyak orang yang hanya mencari praktis dengan sarapan berbekal susu, jus, dan roti.

Komposisi tersebut tak sehat dan bisa membuat gula darah melonjak.

Demi mengontrol kadar gula darah, pilih menu dari karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, biji chia, dll.

Baca juga: Sarapan Pisang di Pagi Hari, Bagaimana Baiknya?

Untuk lauknya, Anda bisa menyiapkan protein dari telur rebus yang praktis dan minim lemak.

Siapkan juga sayuran praktis seperti orak-arik, tumis sayuran, dan buah segar.

Dengan membangun kebiasaan makan sarapan sehat bergizi lengkap dan seimbang, Anda tak hanya mencegah diabetes.

Namun, tubuh juga bisa lebih berenergi sepanjang hari dan jadi lebih sehat.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X