Kompas.com - 29/11/2020, 20:10 WIB

Seseorang lebih mungkin menderita kanker tenggorokan jika:

  • Berusia di atas 75 tahun, ini tidak umum terjadi pada orang di bawah 45 tahun
  • Adalah seorang pria
  • Memiliki kondisi medis tertentu, seperti penyakit refluks asam parah atau gastro-oesophageal reflux jangka panjang, atau kondisi yang disebut esofagus Barrett

9. Bronkitis

Bronkitis adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan utama dari paru-paru atau yang disebut dengan bronkus.

Akibat penyakit ini adalah akan terjadi peradangan atau inflamasi yang kemudian akan menimbulkan gejala yang mengganggu pernapasan.

Salah satu gejala yang bisa muncul pada bronkitis kronis adalah batuk berdarah

Baca juga: Kanker Esofagus (Kerongkongan): Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Batuk parah yang berkepanjangan, infeksi paru-paru, dan bronkiektasis merupakan penyebab umum batuk berdarah.

Sedangkan, kondisi lainnya termasuk penyebab batuk darah yang kurang umum.

Untuk diketahui, terkadang, mimisan parah atau pendarahan dari mulut atau tenggorokan dapat pula menyebabkan keluarnya darah di air liur saat batuk.

Karena kebanyakan penyebab batuk berdarah adalah kondisi medis serius, kiranya baik bagi siapa saja untuk bisa segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalaminya.

Melansir WebMD, jika Anda batuk darah, dokter pada umumnya akan melakukan satu atau lebih dari tindakan berikut:

  • Menanyakan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik untuk mengumpulkan petunjuk guna mengidentifikasi penyebabnya
  • Rontgen dada untuk dapat menunjukkan apakah ada massa di dada atau area cairan atau kemacetan di paru-paru 
  • CT-scan, yakni dengan gambar detail dari bagian dalam dada, tes ini mungkin dapat mengungkapkan beberapa penyebab batuk darah.
  • Bronkoskopi, di mana dokter menjalankan tabung fleksibel dengan kamera di ujungnya, yang disebut bronkoskop, melalui hidung atau mulut dan masuk ke tenggorokan dan saluran udara
  • Complete blood count (CBC) untuk memeriksa jumlah sel darah putih dan merah dalam darah Anda, bersama dengan trombosit (sel yang membantu pembekuan darah)
  • Urinalisis karena beberapa penyebab hemoptisis juga terlihat pada tes urine sederhana ini
  • Profil kimia darah untuk mengukur elektrolit dan seberapa baik ginjal bekerja
  • Tes koagulasi. Perubahan pada kemampuan darah untuk menggumpal dapat menyebabkan pendarahan dan batuk darah
  • Tes gas darah arteri untuk mengukur kadar oksigen dan karbon dioksida dalam darah. Tingkat oksigen bisa rendah pada orang yang batuk darah
  • Pulse oximetry untuk menguji tingkat oksigen dalam darah

Perawatan untuk hemoptisis bergantung pada seberapa banyak darah yang keluar saat batuk dan apa penyebabnya.

Baca juga: 9 Gejala Awal Kanker Paru-paru yang Harus Diwaspadai

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber WebMD,NHS
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.