BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Sun Life Insurance

Penderita Diabetes Jadi Kelompok Rentan di Masa Pandemi, Apa yang Harus Dilakukan?

Kompas.com - 15/12/2020, 09:04 WIB
Ilustrasi kadar gula darah Dok. ShutterstockIlustrasi kadar gula darah
|

KOMPAS.com - Diabetes menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Indonesia. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit penyerta atau komorbid yang paling banyak dialami masyarakat Indonesia.

Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia menempati urutan ke-7 dari 10 negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi. Pada 2020, prevalensi pasien pengidap diabetes di Indonesia pun mencapai 6,2 persen atau lebih dari 10,8 juta orang.

Diberitakan Kompas.com (5/11/2020), Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) Prof Dr dr Ketut Suastika SpPD-KEMD mengatakan bahwa angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi 16,7 juta pasien pada 2045.

Prediksi tersebut merupakan alarm bagi Indonesia. Terlebih, diabetes adalah penyakit yang berbahaya dan tidak boleh dipandang sebelah mata. Berdasarkan riset yang dimuat di Journal of Diabetes Science and Technology, orang dengan diabetes hiperglikemia memiliki tingkat risiko kematian sebesar 29 persen.

Persoalan diabetes makin pelik lantaran di masa pandemi Covid-19, penyakit ini menjadi salah satu komorbid tertinggi pada pasien Covid-19, yakni 34,5 persen dari total kasus.

Oleh karena itu, masyarakat perlu menerapkan gaya hidup sehat agar terhindar dari diabetes.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain menerapkan hidup sehat, masyarakat juga harus memahami penyakit diabetes secara komprehensif. Sebab, masih banyak mitos beredar di tengah masyarakat terkait pencegahan dan penanganan diabetes.

Contohnya, penderita diabetes tidak boleh makan camilan dan berolahraga. Kemudian, ada mitos bahwa gula aren, gula batu, atau madu dapat menggantikan gula pasir karena dianggap memiliki kadar gula yang lebih rendah.

Edukasi dan sosialisasi

Melihat fenomena tersebut, Sun Life Indonesia menilai perlu ada edukasi dan sosialisasi yang jelas serta menyeluruh terkait cara menghadapi diabetes di masa pandemi Covid-19.

Maka dari itu, Sun Life Indonesia bersama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Tropicana Slim mengadakan webinar bertajuk Mencegah dan Mengelola Diabetes Selama Pandemi yang dipandu VP Branding, Communication and Client Experience Sun Life Indonesia Kaiser Simanungkalit, Jumat (27/10/2020).

Seremoni penyerahan donasi dalam webinar bertajuk ?Mencegah dan Mengelola Diabetes Selama Pandemi? yang digelar Sun Life Indonesia, Kamis (10/12/2020)Tangkapan layar YouTube Sun Life Indonesia Seremoni penyerahan donasi dalam webinar bertajuk ?Mencegah dan Mengelola Diabetes Selama Pandemi? yang digelar Sun Life Indonesia, Kamis (10/12/2020)

Adapun narasumber yang dihadirkan pada webinar tersebut di antaranya Divisi Metabolik Endokrin Departemen Penyakit Dalam RSCM-FKUI Dr dr Em Yunir SpPD-KEMD, peneliti kesehatan dan nutrisi dari Nutrifood Research Center Rendy Dijaya, dan selebritas sekaligus pegiat olahraga Soraya Larasati.

Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia Shierly Ge mengatakan, inisiasi Sun Life untuk pencegahan dan pengelolaan diabetes telah dilakukan sejak 2015.

“Merujuk laporan ‘Diabetes in Asia, Empowering communities to lead healthier lives’ yang dirilis Sun Life Asia pada 2019, edukasi diabetes terbaik adalah yang berkesinambungan dan melibatkan keluarga serta komunitas,” kata Shierly dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (10/12/2020).

Shierly menambahkan, Sun Life Indonesia bersama RSCM telah menghimpun donasi berkesinambungan. Dana tersebut digunakan untuk merenovasi klinik edukasi diabetes, pengobatan, perawatan, serta peningkatan kualitas hidup penderita diabetes melalui pembuatan kaki palsu dan sepatu khusus sejak 2015.

Pada webinar tersebut, Sun Life Indonesia kembali menyampaikan donasi kepada RSCM untuk program edukasi dan peningkatan kualitas hidup penderita diabetes. Donasi itu disampaikan secara virtual oleh Shierly Ge kepada Em Yunir.

Dalam diskusi, Em Yunir menyampaikan kepada para penderita diabetes untuk menjaga kondisi gula darahnya di samping menjaga imunitas tubuh. Sebab, pasien diabetes memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi.

“Kadar gula normal adalah kurang dari 6 persen,” ujar Em Yunir.

Em Yunir menambahkan, penderita diabetes yang memiliki tekanan darah tinggi juga harus mewaspadai kemungkinan timbulnya komplikasi penyakit lain. Misalnya, penyakit jantung.

“Dengan kadar gula yang terkontrol dan imunitas tubuh, risiko kematian penderita diabetes karena Covid-19 bisa ditekan sampai 10 persen,” imbuh Em Yunir.

Selain kadar gula, asupan nutrisi dan makanan sehat juga penting untuk diperhatikan bagi penderita diabetes.

Rendy mengatakan, asupan gula pasir bisa diganti dari makanan yang sehat, seperti buah dan sayur. Pemanis alami dan rendah kalori pun dapat menjadi alternatif pilihan.

“Pilih camilan yang sehat seperti buah dan sayur. Bisa juga cookies dengan kadar kalori di bawah 100 per kepingnya,” jelas Rendy.

Penderita diabetes, lanjut Rendy, masih tetap bisa mencamil dan berolahraga sesuai dengan kondisi fisiknya.

Sebagai kesimpulan, webinar tersebut memberikan tiga tips mengelola diabetes, yakni ABC yang merupakan akronim dari A1c (periksa kadar gula darah), blood pressure (periksa tekanan darah), dan cholesterol (periksa kolesterol).

Mengolah makanan sehat

Tak hanya webinar, Sun Life Indonesia juga menggelar Instagram Live bertajuk Olah Makanan Sehat, Diabetes Lewat yang menghadirkan celebrity chef Rinrin Marinka, Rabu (2/10/2020).

Marinka menyarankan beberapa menu pengganti yang dapat menjadi pilihan bagi para penderita diabetes. Misal saja, nasi shirataki yang tidak mengandung gula dan kalori dapat menggantikan nasi putih.

Selain itu, penderita diabetes juga dapat mengganti nasi putih dengan oatmeal. Panganan ini dapat dicampur dengan berbagai sumber makanan lain yang lebih sehat, seperti kaldu ayam, susu, telur, dan sayuran.

Instagram Live bertajuk Olah Makanan Sehat, Diabetes Lewat yang menghadirkan celebrity chef Rinrin Marinka, Rabu (2/10/2020)Tangkapan layar Instagram Sun Life Indonesia Instagram Live bertajuk Olah Makanan Sehat, Diabetes Lewat yang menghadirkan celebrity chef Rinrin Marinka, Rabu (2/10/2020)

Adapun pengolahan makanan yang disarankan untuk penderita diabetes adalah metode pan fry, yakni digoreng dengan menggunakan sedikit minyak zaitun. Metode grill atau panggangan pun dapat dilakukan untuk bahan protein hewani, seperti ikan dan dada ayam.

“Sementara itu, dessert atau makanan penutup terbaik bagi penderita diabetes adalah buah-buahan, khususnya buah beri. Apabila harus makan manis, gunakan pemanis pengganti gula,” kata Marinka.

Melalui edukasi dan sosialisasi yang tepat, Sun Life Indonesia percaya bahwa penderita diabetes dan keluarganya bisa lebih tenang menghadapi pandemi.

Selain itu, Sun Life Indonesia juga mengajak masyarakat untuk “Reboot your Life” atau mengatur ulang kehidupan agar #LebihBijak dalam menghadapi pandemi dan masa depan.

Jagalah kesehatan dan asupan nutrisi yang tepat agar terhindar dari risiko diabetes. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah olahraga dengan rutin atau aktivitas fisik sederhana secara teratur. Jangan lupa selalu gunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Atur pula prioritas masa depan dengan memeriksa kembali rencana keuangan dan proteksi yang Anda miliki. Pastikan telah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Sisihkan sebagian penghasilan untuk melengkapi proteksi agar hati dan pikiran lebih tenang.

Temukan informasi lengkap dari Sun Life Indonesia mengenai diabetes di sini dan proteksi yang tepat untuk kebutuhan Anda di sini.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

Health
Pubertas Dini

Pubertas Dini

Penyakit
12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

Health
8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

Health
Mastiitis

Mastiitis

Penyakit
3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

Health
Penyakit WIlson

Penyakit WIlson

Penyakit
10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

Health
Giardiasis

Giardiasis

Penyakit
Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Health
Baby Bottle Tooth Decay

Baby Bottle Tooth Decay

Penyakit
7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Health
Aerophobia

Aerophobia

Penyakit
5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

Health
Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.