Kompas.com - 28/12/2020, 18:04 WIB
Ilustrasi diare SHUTTERSTOCK/ TutatamafilmIlustrasi diare

KOMPAS.com - Diare adalah kondisi yang mengacu pada tinja yang encer atau cair.

Diare bisa ringan atau parah dan dapat berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Itu semua tergantung pada penyebabnya.

Selain buang air besar berair, gejala diare bisa meliputi:

Baca juga: 21 Penyebab Sakit Perut Setelah Makan

Seseorang yang menderita diare mungkin juga mengalami demam, pusing, atau muntah.

Gejala-gejala ini biasanya terjadi saat infeksi menyebabkan diare.

Ketika mendapati tinja encer, berapa lama diare ini akan berlangsung mungkin menjadi salah satu pertanyaan yang terbesit dalam pikiran Anda.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Kapan Harus Pergi ke Dokter Saat Diare?
Diare bisa menjadi tanda adanya penyakit serius dalam tubuh, kenali kapan harus ke dokter karena kondisi medis ini.
Bagikan artikel ini melalui

Diare pada dasarnya bisa terjadi secara akut (jangka pendek) atau kronis (jangka panjang).

Melansir Health Line, diare akut pada umumnya berlangsung selama 1 hingga 2 hari.

Hanya kadang-kadang, diare akut bisa bertahan hingga 2 minggu.

Namun, jenis diare ini biasanya ringan dan sembuh dengan sendirinya.

Diare akut di antaranya dapat terjadi karena beberapa hal berikut:

  • Infeksi virus (flu perut)
  • Infeksi bakteri
  • Reaksi merugikan terhadap pengobatan, seperti antibiotik
  • Alergi makanan
  • Intoleransi makanan, seperti fruktosa atau intoleransi laktosa
  • Operasi perut
  • Traveler's diarrhea atau diare pada orang yang sedang bepergian ke daerah tertentu yang biasanya disebabkan oleh bakteri

Baca juga: Penyebab Diare pada Anak dan Cara Mengatasinya

Pada orang dewasa, penyebab diare akut yang paling umum adalah infeksi norovirus.

Sementara, diare kronis berlangsung setidaknya selama 4 minggu.

Gejalanya bisa datang dan pergi, tapi bisa jadi itu pertanda kondisi serius.

Penyebab potensial diare kronis meliputi:

  • Infeksi parasit
  • Penyakit radang usus, seperti kolitis ulserativa atau penyakit Crohn
  • Sindrom iritasi usus besar
  • Penyakit celiac
  • Obat maag, seperti penghambat pompa protein
  • Pengangkatan kandung empedu

Lantas, kapan harus ke dokter saat diare?

Melansir Mayo Clinic, kebanyakan kasus diare pada dasarnya dapat sembuh tanpa pengobatan.

Namun, diare parah dapat menyebabkan dehidrasi yang dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani.

Baca juga: 18 Tanda Dehidrasi yang Perlu Diwaspadai

Dehidrasi sangat berbahaya pada anak-anak, kelompok lanjut usia (lansia) dan mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah.

Cari pertolongan medis untuk anak jika mengalami diare dengan kondisi berikut:

  • Diare tidak membaik setelah 24 jam
  • Popok tidak basah dalam tiga jam atau lebih (tanda dehidrasi)
  • Demam lebih dari 39 derajat Celcius
  • Tinja berdarah atau hitam
  • Memiliki mulut atau lidah kering atau menangis tanpa air mata (tanda dehidrasi)
  • Terlihat sangat mengantuk atau mudah mengantuk, tidak responsif, atau mudah tersinggung
  • Memiliki penampilan cekung di bagian perut, mata, atau pipi
  • Memiliki kulit yang tidak rata jika dicubit dan dilepaskan

Sementara itu, pada orang dewasa, jadwalkan kunjungan dokter sendiri jika merasakan hal berikut:

  • Diare berlangsung lebih dari 2 hari tanpa perbaikan
  • Mengalami dehidrasi yang dapat ditunjukkan dengan rasa haus yang berlebihan, mulut atau kulit kering, sedikit atau tidak ada buang air kecil, kelemahan parah, pusing atau sakit kepala, atau urine berwarna gelap
  • Mengalami sakit perut atau rektal yang parah
  • Memiliki kotoran berdarah atau hitam
  • Mengalami demam lebih dari 39 derajat Celcius

Baca juga: 5 Cara Mengompres yang Benar Agar Demam Anak Cepat Turun

 


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Health
Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

Health
Bau Badan

Bau Badan

Penyakit
Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Health
Kaki Kaku

Kaki Kaku

Penyakit
6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

Health
Rhinofaringitis

Rhinofaringitis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.