Penyebab Diare pada Anak dan Cara Mengatasinya

Kompas.com - 05/07/2020, 10:29 WIB
ilustrasi anak sakit Shutterstockilustrasi anak sakit

KOMPAS.com – Diare adalah penyakit pencernaan yang ditandai dengan perubahan bentuk atau konsistensi tinja menjadi melembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar (BAB) lebih dari biasanya.

Penyakit ini salah satunya umum terjadi pada anak-anak, terutama bayi usia di bawah lima tahun (balita).

Dokter spesialis anak RS Brayat Minulya Surakarta, dr. Shelvy Purtri Amelia, Sp.A, menjelaskan selama diare, tubuh anak kehilangan cairan dan elektrolit secara cepat.

Baca juga: Sering Salah Penanganan, Ini 3 Cara Tepat Obati Diare pada Anak

Pada saat yang bersamaan, usus kehilangan kemampuan untuk menyerap cairan dan elektrolit yang diberikan.

Jadi, lebih kurang 10 persen episode diare pada anak disertai dehidrasi atau kekurangan cairan secara berlebihan.

Sementara, bayi dan anak yang lebih kecil lebih mudah mengalami dehidrasi akibat diare.

Pada kasus yang ringan, berbagai cairan yang diberikan dapat mencegah dehidrasi.

“Mencegah atau mengatasi dehidrasi merupakan hal penting dalam penanganan diare pada anak,” jelas dr. Shelvy saat berbincang dengan Kompas.com, Sabtu (4/7/2020).

Penyebab diare pada anak

Dia menerangkan secara garis besar ada dua penyebab diare pada anak, yakni karena infeksi dan non infeksi.

Berikut penjelasannya:

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X