Kompas.com - 31/12/2020, 19:02 WIB
  • Tidak pernah melahirkan
  • Haid pertama terlalu dini
  • Menopause terlambat
  • Siklus menstruasi pendek kurang dari 27 hari
  • Haid berat berlangsung lebih dari tujuh hari
  • Kadar hormon estrogen di dalam tubuh tinggi
  • Indeks massa tubuh rendah
  • Kelainan saluran reproduksi

Endometriosis biasanya berkembang selang beberapa tahun setelah menstruasi.

Baca juga: Apakah Penderita PCOS Bisa Hamil?

Gejala endometriosis

Melansir MedicineNet, banyak wanita tidak merasakan gejala endometriosis saat ada gangguan pada organ reproduksinya.

Tapi beberapa penderita merasakan ciri-ciri endometriosis yang umum antara lain:

  • Nyeri panggul parah saat dan sebelum haid, rasa sakit berkurang setelah haid
  • Hubungan seks terasa sakit
  • Kram atau sakit saat buang air
  • Susah hamil walaupun rutin berhubungan seks tanpa pengaman

Intensitas nyeri dapat bervariasi dari bulan ke bulan. Terkadang, rasa nyerinya juga sangat bervariasi, bisa sangat parah atau sakit mereda tanpa obat peghilang nyeri.

Tanda gejala endometriosis di atas dapat membaik sementara waktu saat hamil dan sembuh setelah menopause.

Baca juga: Diet yang Tepat untuk Penderita PCOS

Selain gejala endometriosis umum di atas, ciri-ciri endometriosis yang dirasakan sejumlah penderita yakni:

  • Sakit perut bagian bawah
  • Kerap diare atau sembelit
  • Sakit punggung bagian bawah
  • Kelelahan tanpa sebab jelas
  • Haid tidak teratur atau sangat sakit
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Kencing bernanah, terutama saat menstruasi

Gejala endometriosis yang jarang terjadi yakni nyeri dada atau batuk berdarah karena endometriosis tumbuh di paru-paru dan sakit kepala atau kejang saat endometriosis terbentuk di otak.

Baca juga: 7 Penyakit yang Mengintai Sistem Reproduksi Wanita

Komplikasi endometriosis

Berdasarkan tingkat keparahannya, endometriosis dapat dibagi menjadi empat tahap, mulai dari minimal sampai berat.

Kabar baiknya, kebanyakan kasus endometriosis adalah penyakit dengan tingkat keparahan minimal atau rendah.

Tapi, komplikasi endometriosis tidak boleh disepelekan. Komplikasi utamanya menyebabkan gangguan kesuburan. Sebanyak 30-50 persen wanita dengan endomestriosis susah hamil.

Endometriosis dapat memengaruhi kesuburan karena pertumbuhan jaringan abnormal merusak atau menghalangi pertemuan antara sperma dan sel telur.

Selain itu, endometriosis parah dapat menyebabkan kanker ovarium. Kendati kemungkinannya cukup kecil, tapi risiko ini tidak dapat disepelekan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.